Perempuan Ini Jadi Pasien Kanker Pertama Sembuh Menggunakan Kunyit

Ini adalah catatan pertama di mana pasien kanker dapat pulih dengan hanya menggunakan bahan alami setelah menghentikan perawatan medis konvensional.

Perempuan Ini Jadi Pasien Kanker Pertama Sembuh Menggunakan Kunyit
Siakapkeli.my
Dieneke Ferguson 

TRIBUN-MEDAN.com-Seorang wanita yang pernah melawan kanker selama bertahun-tahun mengaku akhirnya berhasil membunuh sel penyakit tersebut dengan hanya mengkonsumsi kunyit.

Dikutip dari Daily Mail, Dieneke Ferguson dari London kini telah menjalani kehidupan normal setelah hampir menyerah dengan semua perawatan di rumah sakit yang gagal menyembuhkan rasa sakitnya.

Dokter telah mengkonfirmasi, ini adalah catatan pertama di mana pasien kanker dapat pulih dengan hanya menggunakan bahan alami setelah menghentikan perawatan medis konvensional.

Meski mengetahui sel tumor telah menyebar setelah menjalani tiga kali pengobatan kemoterapi dan 4 kali transplantasi sel induk, wanita berusia 67 tahun ini mulai mengambil inisiatif tradisional dengan menkonsumi kurkumin yang terdapat dalam kunyit sebanyak 8 gram setiap harinya.

Dokter yang merawatnya, menulis di British Medical Journal Case Reports: "Menurut pengetahuan kami, ini adalah laporan pertama di mana kunyit telah menunjukkan respons yang obyektif dalam penyakit progresif dan menyebar ini tanpa dukungan perawatan konvensional."

Menurut para ahli yang dipimpin oleh Dr Abbas Zaidi, "beberapa pasien myeloma mengambil suplemen selain pengobatan konvensional namun hanya sedikit, jika ada, mereka hanya menggunakan suplemen sebagai alternatif terapi anti-myeloma".

Selama berabad-abad, lebih dari 50 penelitian telah menyimpulkan bahwa kunyit dapat melawan beberapa jenis kanker, Alzheimer, penyakit jantung, dan depresi.

Kunyit sudah digunakan sejak dulu sebagai bahan baku obat-obatan.
Kunyit sudah digunakan sejak dulu sebagai bahan baku obat-obatan. (genechanger.com)

Kandungan kurkumin yang terkandung dalam kunyit telah banyak digunakan dalam pengobatan Timur, dan telah dipelajari sebagai antiinflamasi dan antiseptik, namun penggunaannya minimal karena tidak pernah diuji dalam tes skala besar.

Dokter menulis bahwa aktivitas 'biologi' kurkumin ternyata luar biasa, termasuk efek 'anti-proliferatif' pada berbagai jenis sel tumor.

Namun Profesor Jamie Cavenagh, salah satu penulis laporan tersebut, menegaskan bahwa kunyit mungkin tidak bekerja untuk semua pasien kanker.

Dia berkata, "Banyak pasien saya mengkonsumsi kunyit pada tingkat perawatan yang berbeda dan saya tidak menyangkalnya."

"Dianeke adalah respon terbaik dan ini jelas karena kami telah menghentikannya semua perawatan lainnya."

Ferguson, si pasien yang sudah lepas dari kanker merasa sedikit kecewa karena para dokter tidak pernah meneliti lebih banyak tentang ramuan tradisional.

"Saya harap ceritaku akan memberi lebih banyak orang kesadaran akan manfaat kunyit yang menakjubkan," katanya. (*)

Editor: Liston Damanik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help