Edisi Cetak Tribun Medan

Personel Polisi yang Kena Pecat Bertambah, Irjen Paulus Meminta Maaf

Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw meminta maaf, gara-gara 74 personel polisi kena sanksi pemberhentian

Personel Polisi yang Kena Pecat Bertambah, Irjen Paulus Meminta Maaf
TRIBUN MEDAN/Array A Argus
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Paulus Waterpauw turun langsung mengawal jalannya aksi ormas Islam di depan Konjen Amerika Serikat Jalan MT Haryono, Medan, Jumat (15/12/2017) sore. 

TRIBUN -MEDAN.com- Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw meminta maaf, gara-gara 74 personel polisi kena sanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) pada 2017.

Angka tersebut bertambah 13 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2016, sebenyak 68 personel polisi yang kena sanksi PTDH.

Angka-angka tersebut muncul ketika Kapolda menggelar konferensi pers akhir tahun 2017, Minggu (31/12). Kapolda Sumut mengatakan, sebanyak 74 personel Polda Sumut telah dipecat tanpa sangu selama 2017.

"Ada peningkatan jumlah personel yang Pkena TDH dari tahun 2016 ke 2017, dari 68 personil menjadi 74 personel. Artinya meningkat sekitar 13 persen. Saya minta maaf karena jumlah ini meningkat," katanya.

Informasi yang dihimpun Tribun, Rabu (3/1), jumlah personel yang melanggar kode etik selama 2017 dilakukan 540 orang. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun 2016, sebanyak 842 personel.

Sementara untuk kasus pelanggaran kode etik 175 jenis. Jumlah tersebut menurun 16 persen dibanding tahun sebelumnya, sebanyak 207 kasus.

Penurunan juga terjadi pada jumlah kasus pelanggaran pidana yang dilakukan oknun-oknum polisi nakal sebesar 16 persen, dari 93 kasus pada 2016 menjadi 79 kasus pada 2017.

Menyangkut data-data tersebut, Paulus mengakui hasil kinerja Polda Sumut pada 2017, masih banyak kekurangan. Karena itu, jajaran Polda Sumut memohon maaf atas segala kekurangan. Tak lupa ia meminta dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat dan insan pers.

Kapolda menambahkan, pada 2018, Polda Sumut akan lebih tegas dalam penindakan jaringan narkoba internasional. "Agenda pada 2018, Polda Sumut tetap tegas dalam penindakan jaringan narkoba sindikat internasional. Polda Sumut terus melakukan berbagai upaya dalam penanganan terorisme dan intoleransi," ujarnya.

Paulus juga menyinggung soal Pilkada Serentak 2018. Terkait pengamanan Pilkada 2018, Polda Sumut berkerja sama dengan lembaga penyelenggara pemilu dan para pihak terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Halaman
12
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved