Penjual Harimau Ngaku Kapok ke Hakim, Tertangkap Jual Bangkai dan Organ Harimau

Ismail Sembiring Pelawi, menerima vonis yang ditetapkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (4/1).

Penjual Harimau Ngaku Kapok ke Hakim, Tertangkap Jual Bangkai dan Organ Harimau
Tribun Medan/Mustaqim
Terdakwa perdagangan Harimau Sumatera, Ismail Sembiring Pelawi (baju tahanan merah) tertunduk selama mendengarkan pembacaan vonis hakim di Ruang Cakra VI PN Medan, Kamis (4/1/2017). 

MEDAN, TRIBUN-Terdakwa perdagangan satwa dilindungi Ismail Sembiring Pelawi, menerima vonis yang ditetapkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (4/1).

Dalam persidangan di Ruang Cakra VI, PN Medan, Ismail divonis dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. Ia sebelumnya ditangkap petugas ketika menjual bangkai dan organ Harimau Sumatera.

"Saya terima, Bu Hakim," ucapnya pada Ketua Majelis Hakim Riana Pohan.

"Saya akui saya salah. Saya kapok," ujar lagi.

Putusan diberikan karena majelis hakim menyebut terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf b UU No 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekositemnya jo Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

"Barang bukti bangkai harimau yang hendak dijual terdakwa diserahkan ke Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Sumatera Sektor Medan" sebut Hakim Riana Pohan.

Pada persidangan dengan agenda tuntutan Selasa (12/12/2017) lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sani Sianturi menuntut, warga Dusun Sumber Waras, Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat tersebut dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

Ismail Sembiring Pelawi diamankan petugas Patroli PAM Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser Seksi PTN Wilayah VI Besitang, 27 Agustus 2017 lalu. Kemudian ia diboyong ke Markas Komando SPORC Brigade Macan Tutul di Medan untuk dilakukan pemeriksaan.

Penangkapan tersebut terjadi setelah petugas menyaru sebagai pembeli kulit harimau yang sudah diawetkan.

"Terdakwa bersama barang bukti berupa satu ekor Harimau Sumatera yang sudah mati dan satu lembar tenda dengan tulisan Coleman Peak berwarna ungu dengan pinggiran berwarna oranye yang digunakan menutupi harimau yang mati," sebut Sani dalam dakwaannya.(cr8)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help