TribunMedan/

Ramai di Media Sosial, Bolu Meranti dan Risol Gogo Tak Memiliki Label Halal

Panganan khas dari Medan yakni Bolu Meranti yang terkenal kelezatannya dan Risol Spesial Gogo ternyata sudah tak memiliki label halal

Ramai di Media Sosial, Bolu Meranti dan Risol Gogo Tak Memiliki Label Halal
Nurul, salah satu pelanggan di Bolu Meranti mengaku was-was setelah membaca surat edaran dari MUI. Ia berharap ada kejelasan menyangkut surat edaran sertifikasi halal Bolu Meranti dan Risol Spesial Gogo, Jumat (5/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Panganan khas dari Medan yakni Bolu Meranti yang terkenal kelezatannya dan Risol Spesial Gogo ternyata sudah tak memiliki label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Informasi menyangkut inipun sudah beredar luas di media sosial dalam bentuk surat dengan nomor 182/C/LP-POM/MUI-SU/IX/17, dan memancing berbagai komentar.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Sumut, Prof Dr H Ramli Abdul Wahid dan Direktur LP POM MUI Sumut, Prof Dr Ir H Basyaruddin dijelaskan, bahwa Bolu Meranti yang beralamat di Jalan Kruing No2 K Medan dengan nama perusahaan CV Cipta Rasa Nusantara tidak dapat melengkapi persyaratan untuk memenuhi standar Sertifikasi Halal/Sistem Jaminan Halal.

Dalam surat itu termuat, sertifikasi halal Bolu Meranti sudah berakhir sejak April 2015.

Senada dengan Bolu Meranti, Risol Spesial Gogo yang beralamat di Jalan Mojopahit No53 Medan sudah tidak memiliki sertifikasi halal dari MUI sejak tahun 2012. Dalam surat itu dikatakan, perusahaan makanan tersebut tidak melakukan proses perpanjangan sertifikat halal sampai batas waktu yang telah ditentukan.

mui
mui ()

Guna memastikan informasi ini, Tribun menghubungi Direktur LP POM MUI Sumut, Prof Dr Ir H Basyaruddin. Sayangnya, Basyaruddin tak mau banyak bicara.

"Tulis saja seperti surat yang beredar di medsos itu," katanya dengan nada ketus lewat selular, Jumat (5/1/2018).

Tribun berusaha memastikan apakah kedua pruduk makanan itu halal atau tidak, mengingat dalam proses penerbitan sertifikasi halal, tentunya ada pemeriksaan mendetail dari MUI maupun lembaga pengawas makanan lainnya. Namun, Basyaruddin kembali meminta Tribun menulis isi surat yang beredar.

Menyangkut munculnya surat dari MUI di media sosial ini, banyak masyarakat yang bertanya-tanya. Sebab, kedua produk makanan itu sudah sejak 2012 dan 2015 tidak memperpanjang sertifikasi halal.

Halaman
12
Penulis: Array A Argus
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help