Odong-odong Dilarang Melintas di Jalan Raya, Ini Alasannya

Beberapa daerah, seperti di Demak petugas polisi sudah melarang kendaraan yang sering disebut "odong-odong" itu melintas di jalan raya.

Odong-odong Dilarang Melintas di Jalan Raya, Ini Alasannya
Warta Kota/Gopis Simatupang
Petugas memberikan hukuman push-up kepada sopir mobil odong-odong bertuliskan 'Kereta Mini Abigail' itu untuk memberikan efek jera, Rabu (4/1/2017). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kecelakaan kereta kelinci juga kerap disebut odong-odong atau kendaraan yang digunakan untuk mengangkut penumpang hasil modifikasi, sering dijumpai di pinggiran Ibu Kota.

Kendaraan tanpa izin resmi ini biasa mengajak anak-anak di perkampungan untuk naik dan keliling daerah sekitar, dengan biaya sekali naik Rp 1.000 per orang.

Masalahnya, kendaraan ini jauh dari kata aman dan banyak orang tua yang mengabaikan keselamatan anak-anak mereka dengan memperbolehkan naik.

Akhirnya, kejadian yang tidak diinginkan terjadi juga, kecelakaan menimpa, sampai ada korban meninggal dunia.

Baca: Istri Naik Pitam Lihat SMS Mesra di Handphone Suami, Hajija Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Secara aspek keamanan dan kenyamanan, kendaraan model itu sangat tidak layak. Bagaimana tidak, tempat duduk atau untuk mengangkut penumpang hanya dibuat asal-asalan dengan material seadanya.

Beberapa daerah, seperti di Demak petugas polisi sudah melarang kendaraan yang sering disebut "odong-odong" itu melintas di jalan raya.

Bahkan, untuk di DKI Jakarta dan sekitarnya atau di wilayah hukum Polda Metro Jaya, pun ikut dilarang. Sebab, akan membahayakan diri sendiri dan juga orang lain.

Baca: Tak Jadi Diusung Golkar dan Nasdem pada Pilgub Sumut, Tengku Erry Pelung Edy Rahmayadi

"Kita akan tindak, tetapi diperiksa dulu, sebab bisa banyak pelanggaran yang dilanggar," kata Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budiyanto kepada KompasOtomotif, belum lama ini.

Budiyanto menjelaskan, apabila "odong-odong" itu dianggap sebagai kendaraan atau angkutan umum, maka harus memenuhi standar pelayanan minimal dari aspek, keamanan, keselamatan, kesetaraan, dan keterjangkauan.

"Setiap angkutan umum juga harus diregulasikan ke Samsat, dan ada uji tipe, uji berkala. Bahkan pengemudinya juga harus memiliki SIM Umum," ujar Budiyanto.(*)

Berita ini Sudah Tayang di Kompas.com dengan Judul "Odong-odong" Dilarang Beroperasi di Jalan Raya

Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help