TNI/POLRI Gelar Apel, 984 Personel akan Dikerahkan Amankan Pilkada Taput

Puncak masa tenang dan pemilihan tanggal 27 Juni 2017 mendatang. Dilanjutkan penghitungan suara tingkat TPS dan TPK

TNI/POLRI Gelar Apel, 984 Personel akan Dikerahkan Amankan Pilkada Taput
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Horas Silaen bersama Dandim Letkol Inf Rico Julyanto Siagian Komando Distrik Militer Tapanuli Utara (Kodim 0210/TU), Bupati Taput Nikson Nababan memeriksa pasukan usai apel dalam rangka kesiapsiagaan pengamanan tahapan Pilkada serentak 2018, di Lapangan Serbaguna, Tarutung, Sabtu (6/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.Com, TARUTUNG-TNI/Polri dan menggelar apel bersama dalam rangka kesiapsiagaan pengamanan tahapan Pilkada serentak 2018, Sabtu (6/1/2018). Apel dilakukan di Lapangan Serbaguna, Tarutung, yang diikuti personel dari berbagai unit.

Peserta apel terdiri dari anggota Polri, Sabhara, Satpol PP, Brimob. Upacara dipimpin Kapolres Taput, AKBP Horas M Silaen.

Horas Silaen bersama Dandim Letkol Inf Rico Julyanto Siagian Komando Distrik Militer Tapanuli Utara (Kodim 0210/TU), Bupati Taput Nikson Nababan memeriksa pasukan usai apel.

Baca: Ada Kontrak Politik PPP dan PDIP untuk Pilgub Sumut? Begini Komentar Arsul Sani

Baca: Besok, PPP Umumkan Sosok yang Diusung ke Pilgub Sumut, Nama Tengku Erry Masih Disinggung

Dalam arahannya, Horas Silaen menyebutkan,gelar apel pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahu sejauh mana tingkat pengamanan yang akan dilakukan. Kemudian dapat diketahui apa sarana dan prasarana yang diperlukan.
 

Dia menyebutkan, kekuatan yang dilibatkan dalam pengamanan berjumlah 984 Personel. Masing-masing terdiri dari Polres Taput 302 Personel, BKO Polres Tetangga 500 Personel, BKO Brimob 120 Personel, serta TNI 120 Personel. Titik yang akan diamankan sebanyak 627 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di seluruh wilayah Taput.
 

Menurutnya, sesuai perkembangan situasi perkembangan pilkada di daerah lain, saat ini Taput dihadapkan dengan potensi dengan adanya berbagai latar belakang. Perbedaan aspirasi politik, etnis, agama dan kepentingan lainnya dapat menimbulkan bentrok massal dan terjadinya konflik.
 

Apabila tidak diantisipasi dengan baik, besar kemungkinan akan menyebabkan terjadinya chaos. Oleh karenanya, agar personel mencermati setiap kerawanan pada tahapan Pemilukada.
 

"Terutama pada puncak masa tenang dan pemilihan tanggal 27 Juni 2017 mendatang. Dilanjutkan penghitungan suara tingkat TPS dan TPK tanggal 27 Juni hingga penghitungan suara tingkat kabupaten dan penetapan pasangan calon. Kegiatan tersebut harus benar-benar dicermati betul,"Ujarnya.(Cr1/ Tribunmedan.Com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help