Edisi Cetak Tribun Medan

Erry Gagal Dapatkan Perahu Partai, Edy Yakin Miliki Pendukungnya

Bakal Calon Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, menyebut dirinya yakin bisa memindahkan suara dari pendukung-pendukung

Erry Gagal Dapatkan Perahu Partai, Edy Yakin Miliki Pendukungnya
Tribun Medan
Ketua DPW NasDem Tengku Erry Nuradi serahkan SK Cagub kepada Edy Rahmayadi 

TRIBUN - MEDAN.com- Bakal Calon Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, menyebut dirinya yakin bisa memindahkan suara dari pendukung-pendukung Tengku Erry Nuradi, sekiranya gubernur petahana ini memang benar-benar gagal menjadi kontestan pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Sumut 2018.

"Ya, semua kemampuan, massa yang selama ini beliau miliki, mudah-mudahan akan mengalihkan dukungannya ke kami," kata Edy pada tribun saat ditemui di Hotel Danau Toba Internasional, Jl Imam Bonjol, Medan, Minggu (7/1) siang.

Hingga kemarin, nasib Tengku Erry memang masih tak menentu. Bahkan boleh dibilang makin tak jelas pascakesempatannya bergabung ke koalisi yang memungkinkan untuk dibentuk Partai Demokrat, tertutup. Demokrat lebih memilih kadernya, Jopinus Ramli (JR) Saragih.

Angin politik Tengku Erry di Pilkada Sumut memang berubah arah secara drastis. Posisinya yang aman berkat dukungan Partai Golkar dan Nasional Demokrat (Nasdem) yang masing-masing berkekuatan 17 dan lima kursi, langsung goyah setelah partai-partai ini menyeberang ke koalisi bentukan Gerindra yang mengusung Edy dan Musa Rajeckshah (Ijeck).

Golkar dan Nasdem ikut dalam deklarasi bersama tiga partai penyokong awal pasangan Eramas (akronim nama Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah), yakni Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (7/1).

Golkar menghadirkan ketua umumnya, Airlangga Hartarto. Sedangkan Nasdem mengutus politisi seniornya, Ali Umri. Tidak ada Ketua Umum Surya Paloh dan Ketua DPW Nasdem Sumut, Tengku Erry. Sebelumnya di Jakarta, Erry menyerahkan berkas dukungan Nasdem secara langsung kepada Edy dan Ijeck.

Kegagalan Erry mendapatkan perahu partai sampai sejauh ini, membuat suara pendukungnya jadi sangat strategis. Siapapun yang berhasil mendapatkan suara itu, besar kemungkinan bakal menjadi pemenang Pilkada Sumut. Erry, dalam berbagai survei elektabilitas yang digelar lembaga-lembaga survei, kerap menempati peringkat teratas.

Edy optimistis dirinya dan Ijeck lebih berpeluang untuk mendapatkan suara itu ketimbang dua pasangan kandidat lain yang telah mengerucut, yakni Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus serta Jopinus Ramli (JR) Saragih dan Ance Selian. Djarot-Sihar didukung oleh PDI Perjuangan, sedangkan JR-Ance bergerak dengan perahu yang dimotori Partai Demokrat.

"Kalian bisa lihat, sekarang ada lima partai (klaim dari Hanura muncul belakangan). Berarti sebanyak 50 persen kursi di (DPRD) Sumut ini dipertanggungjawabkan dan diamanahkan kepada kami berdua," katanya.
"Beri kesempatan kami untuk membenahi Sumut ini. Saya berjanji. Saya, Edy Rahmayadi beserta Musa Rejeckshah, berjanji, era mas Sumut bermartabat akan terwujud. Saya kira semua rakyat Sumut bisa melihat keseriusan kami," ucapnya menambahkan.

Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subiyanto, yang memimpin deklarasi Edy-Ijeck, meminta koalisi tetap solid untuk mengantarkan pasangan ini ke kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 2018-2023.

Halaman
123
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help