Home »

News

» Sains

Alamak

Heboh Minum Susu dan Kencing Unta, Apakah Kita Haruskah Mengikutinya?

Beberapa hari belakangan sosial media geger akan video yang diunggah oleh Ketua GNPF MUI video sedang meminum urin unta

Heboh Minum Susu dan Kencing Unta, Apakah Kita Haruskah Mengikutinya?
The Food and Me!

TRIBUN-MEDAN.COM - Beberapa hari belakangan sosial media geger akan video yang diunggah oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Bachtiar Nasir.

Saat berkunjung ke Arab Saudi, tepatnya di peternakan unta di Hudaibiyah Mekkah, Arab Saudi, ia membuat video sedang meminum urin unta yang telah dicampur dengan susu. Hal itu pun diunggah ke instagram pribadinya.

"Ini kencing unta mengandung obat. Ini campuran kencing dan susu (unta). Dan penelitiannya ini dapat menyembuhkan penyakit sel kanker dalam tubuh manusia dan bagus untuk pencernaan," katanya dalam rekaman video yang diunggah Rabu (3/1/2018).

Adanya video tersebut membuat sebagian masyarakat bingung dan mempertanyakannya. Tak heran jika muncul perdebatan.

Seperti dilansir dari laman justislam.com, meminum kencing dan susu unta, serta manfaatnya memang dituangkan dalam hadis dan bukan dalam Al Quran. Bunyi yang tertuang sebagai berikut.

"Iklim Madinah tidak sesuai dengan beberapa orang, jadi Nabi memerintahkan mereka untuk mengikuti gembalanya, yaitu untanya, dan minum susu serta air kencingnya (sebagai obat). Maka mereka mengikuti gembala yaitu unta dan meminum susu dan air kencing mereka sampai tubuh mereka menjadi sehat," (Bukhari: 590).

Selama ribuan tahun, unta berperan penting dalam kehidupan penghuni padang pasir. Tidak hanya untuk sarana transportasi dan sumber makanan, air susu dan air kencingnya pun dikonsumsi secara tradisional karena dipercaya untuk kesehatan dan pengobatan kanker.

Penyakit yang disebut dapat disembuhkan oleh air kencing unta adalah kanker, hepatitis kronis, infeksi hepatitis, dan alergi pada anak-anak.

Namun, klaim tersebut tetap menjadi pertanyaan dan kegelisahan, baik di dunia ilmiah sekali pun.

Sebuah penelitian yang sudah diterbitkan dalam Journal of Taibah University Medical Sciences, pada April 2016, yang disusun oleh Abdel Galil M. Abdel GAder dan Abdulqader A. Alhaider, merinci komponen penyusun susu dan air kencing unta serta komponen terapeutiknya.

Halaman
12
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help