Paksa Cium Bibir Karyawati dan Berbuat Tak Senonoh, Supervisor RS Vita Insani Dipolisikan

Kasus ini ditangani oleh pihak penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Siantar.

Paksa Cium Bibir Karyawati dan Berbuat Tak Senonoh, Supervisor RS Vita Insani Dipolisikan
www.skanaa.com
Ilustrasi. (skanaa) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Supervisor Rumah Sakit Vita Insani Hermanto Tambunan dilaporkan terkait kasus pencabulan terhadap seorang karyawati RS Vita Insani, LIS. 

Perempuan tersebut melaporkan supervisornya sesuai LP/05/1/2018/SU/STR, yang telah beberapa kali memaksanya, mencium bibir dan dan berbuat tak senonoh di lokasi kerja. 

Kasus ini ditangani oleh pihak penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Siantar. Mengenakan jaket merah, LIS untuk kedua kalinya menjalani pemerikaan di Mapolres Pematangsiantar, Jalan Sudirman, Selasa (9/1/2018).

LIS tak sendirian, ia tampak ditemani oleh sang pacar bermarga Manurung dan seorang pria yang diketahui sebagai kerabat korban. 

Dalam LP, LIS mengaku telah diperlakukan tidak senonoh oleh Hermantono Tambunan (40) warga Jalan Meranti Bunga, Perumahan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara.

Baca: Periksa Kesehatan Paslon Cagub dan Wagub di RS Adam Malik Dipastikan Tak Ganggu Pasien

Baca: Pukul 21:00 WIB, PPP-PDIP Tak Kunjung Sepakat untuk Pilgub Sumut, Besok Pendaftaran Terakhir

Dalam laporan, LIS menceritakan bahwa pada Jumat (8/12/2017) ia dikunci di dalam ruang keperawatan di Lantai II Rumah Sakit saat hendak mengambil berkas. 

"Saya pernah dikunci dan dia memaksa mencium dan dipaksa memegang kelaminnya. Orangnya memang suka genit. Suka memegang-megang," ungkap LIS.

LIS membeberkan, selain dirinya, ada karyawan lainnya yang menjadi korban pencabulan supervisor di Rumah Sakit Vita Insani. Hal itu diketahuinya setelah saling bercerita pengalaman mereka saat sedang berdinas.

"Bukan aku saja korbannya, ada juga korban yang lain. Korban yang lain itu sempat bilang juga sering diperlakukan seperti yang saya alami. Tapi mungkin mereka tidak berani melaporkan. Ada juga korbannya yang mengadu ke Disnaker dan berdamai mereka," beber LIS. (Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help