Jadikan Siswa Islami, SMA An-Nizam Punya Program Tahfidz Qur'an

Tidak banyak sekolah yang memilih Tahfidzul Quran sebagai program yang mereka unggulkan.

Jadikan Siswa Islami, SMA An-Nizam Punya Program Tahfidz Qur'an
Tribun Medan/Silfa Humairah
Program Tahfidzul Qur'an atau hafalan Al-Qur'an di SMA Islam An-Nizam. 

Laporan wartawan Tribun Medan/Silfa humairah

TRIBUN –MEDAN.COM- Tidak banyak sekolah yang memilih Tahfidzul Quran sebagai program yang mereka unggulkan.

Namun memiliki visi dan misi sekolah yang mempersiapkan generasi terbaik dan berkepribadian Islami dengan menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan Islami yang profesional, Yayasan Perguruan Islami An-Nizam, khususnya Sekolah Menangah Atas (SMA) Islam An-Nizam konsisten mendidik siswa dan siswinya dengan membaca Al-Qur’an sebelum pelajaran dimulai.

“Pukul 7.15 WIB seluruh siswa harus sudah berada di aula untuk memulai program Tahfidzul Quran atau hafalan Al-Qur’an sekitar 30 menit. Setelah itu, barulah murid-murid kembali ke kelas masing-masing,” ujar Kepala Sekolah SMA An-Nizam Sularno, Rabu (10/1/2018).

Tidak sampai di situ, untuk mendukung program Tahfidzul Qur’an tersebut, SMA An-Nizam juga mengadakan Qiyamullail setiap dua bulan sekali. Pelaksanaan kegiatan ini setiap hari Sabtu sore sampai Minggu pukul 8 pagi. Di Qiyamullail, peserta didik akan mondok di sekolah dan mengisi kegiatan dengan shalat wajib berjamaah, makan bersama dan Munaqosah Tahfidzul Qur’an.

Peserta didik akan dites hafalan Al-Qur’annya dengan cara  menyambung potongan ayat-ayat yang dibacakan oleh penguji. “Kalau lulus, kita akan terbitkan sertifikat Tahfidz-nya untuk dokumen pendukung si siswa nantinya masuk ke perguruan tinggi negeri,” katanya.

Selain itu para siswa juga akan menampilkan pertunjukan apresiasi seni seperti bernyanyi dan membaca puisi pada malam puncak dan juga salat tahajud.

Untuk mendukung siswa-siswi menjadi murid yang berkarakter Islami, siswa-siswi SMA An-Nizam juga mengikuti kegiatan salat Duha pada pukul 10.00 WIB saat jam istirahat. Kemudian pada saat pulang sekolah, siswa diwajibkan mengikuti salat Dzuhur berjamaah dan dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit.

Demi mewujudkan hal tersebut, guru-guru di SMA An-Nizam juga dipilih yang terbaik. Sebelum membina murid-murid, guru-guru juga dibenah agar menjadi model yang baik bagi siswa.

“Guru adalah contoh. Yang nanti akan dicontoh akhlaknya, ilmunya dan keteladanannya. Jadi di sini guru-guru kita itu muda dan cerdas yang mau perubahan. Dari Sumber Daya Manusia (SDM) kita cari guru yang berkualitas dan ada tesnya. Tesnya itu harus komit pada aturan sekolah, ibadah dan yang lainnya,” kata Sularno.

Selain itu, guru-guru SMA An-Nizam juga harus memiliki kemampuan mengajar yang baik. Memiliki pengalaman berorganisasi dan mampu mengatur event.

(cr5/tribun-medan.com)

Tags
Siswa SMA
Penulis: Liska Rahayu
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help