Jaksa Kirim Kadisdik Langkat ke Rutan Tanjunggusta

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara menerima pelimpahan berkas

Jaksa Kirim Kadisdik Langkat ke Rutan Tanjunggusta
Tribun Medan
Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara menerima pelimpahan berkas dan tersangka kasus pungutan liar (pungli) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat dari penyidik Tipikor Polda Sumut, Rabu (10/1/2018).

"Iya benar, hari ini kita telah menerima berkas dan empat tersangka kasus pungli Dana BOS di Disdik Langkat dari penyidik Polda Sumut," ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian.

Para tersangka yang dilimpahkan yaitu, Kepala Dinas Pendidikan Langkat, Salam Syahputra; Kepala SMPN 3 Tanjung Pura sekaligus Koordinator MK2SN/Korwil Langkat Hilir, Sukarjo; Kepala SMPN 3 Stabat sekaligus Bendarahara MK2SN, Patini; dan Kepala SMPN 2 Gebang sekaligus Korwil Langkat Teluk Haru, Restu Balian Hasibuan.

"Berkas kasus ini sudah dinyatakan lengkap sejak dua minggu sebelumnya. Jadi pascapelimpahan tahap dua ini, maka kita akan sesegera mungkin akan limpahkan ke PN Tipikor Medan untuk disidangkan," ungkap Sumanggar.

Penyidik Tipikor Polda Sumut dalam perkara ini menjerat keempat tersangka dengan Pasal 2 ayat 1 sub Pasal 3 UU RI NO 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No 21 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Keempat tersangka akan kita titipkan ke Rutan Tanjunggusta Medan," sebut mantan Kasipidum Kejari Binjai itu.

Kasus ini bermula ketika Tim Saber Pungli Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Langkat, Salam Syahputera bersama 11 orang lainnya, terkait Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tingkat SMP di daerah tersebut pada Selasa (17/10/2017) lalu sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat OTT berlangsung, petugas mengamankan 11 orang. Kesebelas orang ini tertangkap di SMP Negeri 4 Sei Lepan di Desa Harapan Makmur, Sei Lepan, Langkat, saat para kepala sekolah sedang menyetorkan potongan Dana BOS dari delapan SMP.

Dalam penangkapan ini, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 76.010.000, daftar hadir peserta rapat, buku catatan bendahara, berisi kutipan dana BOS.

Belakangan dari sebelas orang yang diamankan, polisi hanya menetapkan empat orang sebagai tersangka.

(cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help