Medan Dikepung Tumpukan Sampah, Armada Pengangkut Seperti Barang Rongsokan

Pengalihan pengelolaan sampah dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, kepada pihak kecamatan tidak juga menyelesaikan masalah.

Medan Dikepung Tumpukan Sampah, Armada Pengangkut Seperti Barang Rongsokan
Tumpukan sampah yang sempat selama 12 hari tidak diangkut di Pasar Medan Deli, Pulo Brayan Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengalihan pengelolaan sampah dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, kepada pihak kecamatan tidak juga menyelesaikan masalah.

Pasalnya, di mana-mana masih kerap ditemukan tumpukan sampah.

Hal ini menunjukkan pengakutan sampah masih bermasalah. Sampah milik masyarakat dibiarkan tertumpuk dipinggir jalan seperti yang terlihat di Jalan Kasuari, Kecamatan Medan Sunggal dan lainnya. Bahkan, di Kecamatan Medan Barat, sampah sempat 12 hari tidak diangkat walaupun akhirnya diangkat juga

Warga menilai tumpukan sampah tersebut menjadikan kawasan tersebut jorok dan sumber penyakit. Bahkan, tidak sedikit masyarakat mengeluhkan kondisi tersebut. Namun, keluhan tersebut tidak juga ditindaklanjuti.

"Katanya Medan Rumah Kita. Kalau rumah kita tiap hari dibersihkan. Ini sampah dibiarkan menumpuk. Kami juga menahankannya. Jorok dan bau busuk," ungkap Zulfikri, 55, warga Jalan Kasuari, Rabu (10/1/2018).

Sementara itu, Camat Medan Sunggal, l Indra Mulia Nasution mengungkapkan, tumpukan sampah di wilayah kerjanya disebabkan kendaraan pengangkutan sampah bermasalah. Kendaraan pengangkutan sampah yang diserahkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan kepada mereka rusak semua.

"Kendaraan yang diberikan kepada kami rusak semua. Tidak bisa jalan. Mulai dari 1unit truk, dua amrol, 8 tiper rusak semua,"ungkap Indra.

Ia menjelaskan, saat ini pengangkutan sampah dilakukan dengan becak dorong. Tentunya pengakutan sampah menjadi tidak maksimal. Mengingat muatan becak dorong dengan sampah milik masyarakat tidak sebanding.

"Pengangkutan sampah pakai becak dorong saat ini. Cuma itu yang bisa digunakan sekarang. Makanya tidak maksimal. Mau bagaimana lagi. Anggaran perbaikan baru tahun ini dianggarkan dan itupun belum bisa digunakan karena masih dikoreksi di Pemprovsu," jelasnya.

Ditambahkannya, becak dorong tersebut dibantu dengan pick up kecamatan. Namun, pick up kecamatan ini tidak bisa terlalu diandalkan. Karena terus berkeliling untuk menyisir tumpukan sampah di kawasan lain.

"Pick up kecamatan tidak bisa diandalkan karena beroperasi mengatasi tumpukan sampah di kawasan lain. Tidak hanya di Kasuari saja, tapi di wilayah lain juga,"pungkasnya.

(raj/tribun-medan.com)

Tags
sampah
Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help