Pilkada Serentak

KPU Nilai Paslon Harum Lakukan Kesalahan Fatal, Panwas: Kita Terima Gugatannya

Pandapotan pun mengaku sudah mendapat informasi pasangan tersebut akan menggugat.

KPU Nilai Paslon Harum Lakukan Kesalahan Fatal, Panwas: Kita Terima Gugatannya
TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang
Paslon Harungguan Sianturi-Umar Ujung saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dairi, Rabu (10/1/2018) malam. Berkas pendaftarannya pun ditolak. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Gagalnya pasangan calon Harungguan-Umar (Harum) jalur independen saat mendaftar dan akan melayangkan gugatan, Komisioner Panwaslih Kabupaten Dairi bidang sengketa, Pandapotan Rajagukguk mengaku akan menerima pengaduan tersebut.

"Kami sebagai panwas memang sudah tugas kami menerima gugatan dari pasangan calon,"ujarnya, Kamis (11/1/2018). 

Saat disinggung tentang kekurangan berkas paslon yang bersifat mutlak, Pandapotan masih beranggapan akan menerima gugatan pasangan tersebut.

Pandapotan pun mengaku sudah mendapat informasi pasangan tersebut akan menggugat. Namun, ia belum tahu tanggal pasti kapan pasangan tersebut mendaftar.

"Belum tahu kapan mereka mendaftar, tapi sudah ada dengar. Kalau mereka mendaftar kita informasikan kok,"katanya.

Baca: Ingin Baca Pesan Orang Lain yang Sudah Dihapus di WA? Caranya Mudah

Baca: MUI Yakin Taput Tak Terjangkit Isu Negatif seperti saat Pilkada DKI

Baca: Tolak Keputusan DPP Dukung Djarot-Sihar, Yulizar Larang Kader Bakar Bendera Partai

Sementara, Komisioner bidang hukum KPU Dairi, Veryanto Sitohang menilai dokumen Harum seperti visi misi, pas foto, surat pajak, dan laporan kekayaan yang tak dapat ditunjukkan sudah kesalahan fatal. Pasalnya, hal itu sudah bersifat penting untuk dilengkapi. Semestinya, jika menggugat Panwaslih menolak berkesan pasangan tersebut.

"Mereka (Harungguan-Umar) kan sudah mengikuti sosialisasi, jadi semestinya mereka tinggal membawa,"ujar Veryanto.

Paslon yang sebelumnya pernah mengajukan gugatan ini karena kekurangan e-KTP, menurut Veryanto perlu lebih aktif mencari informasi.

"Semua ada informasi yang kami tampilkan. Melalui media, spanduk, dan sosialisasi. Yang lain saja cepat, ini kenapa tak ada,"tambahnya.

Seperti diketahui, pasangan Harum masih harus mengumpulkan 32 ribu e-KTP. Pasalnya, pada verifikasi faktual 16 ribu e-KTP dinyatakan tidak memenuhi syarat (tms).(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help