TribunMedan/

Bisnis Klinik Kecantikan di Tahun 2018 Menjamur, Ini Alasannya

Perawatan estetika di klinik kecantikan sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern saat ini. Kebutuhan untuk

Bisnis Klinik Kecantikan di Tahun 2018 Menjamur, Ini Alasannya
(shutterstock)
ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Perawatan estetika di klinik kecantikan sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern saat ini. Kebutuhan untuk melakukan terapi kecantikan tidak hanya pada orang dewasa tapi juga trennya bergeser kepada generasi milenial.

Melihat pasar yang sangat besar, bisnis klinik kecantikan dianggap sangat prospektif.

"Tidak hanya orang berumur tapi bergeser ke milenial. Ini tren baru, terutama di kota-kota besar," ujar Deputi CEO Markplus Inc, Jacky Mussry dalam acara Aesthetic Outlook 2018 di Plaza Sentral, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Untuk produk kecantikan Jacky menambahkan, ada kecenderungan orang tetap mencari dan membeli meskipun sebetulnya mereka sudah memiliki produk kecantikan tertentu.

Wanita membersihkan tangan
Wanita membersihkan tangan (Ledisia.com)

Hal itu tak hanya terjadi pada produk perawatan kecantikan, tapi juga beberapa produk lainnya seperti parfum, liburan, fashion, dan sepatu olahraga.

"Orang sudah pernah membeli (produk) itu tapi di sisi lain masih punya intensi untuk membeli lagi. Jadi bisnis ini sangat menjanjikan," kata dia.

Angka pertumbuhan pengguna produk kecantikan dinilai cukup tinggi, yakni mencapai 10,6 persen di Indonesia. Lebih tinggi dari rata-rata dunia, yakni 5 persen. Permintaan masyarakat untuk perawatan kecantikan juga tinggi, tak hanya bagi perempuan namun juga konsumen laki-laki.

Hal senada diungkapkan President Director Miracle Group, dr Lanny Juniarti. Tren perawatan kecantikan non-bedah terus meningkat. Setidaknya, dalam empat tahun terakhir, kenaikannya berkisar 15 persen.

Hal ini dipicu pula dengan semakin berkembangnya teknologi dan keinginan masyarakat semakin tinggi dalam hal menggunggah foto atau video dirinya.

"Yang ingin update sekarang tidak hanya selebriti. Orang awam juga ingin semakin eksis, semakin diterima secara sosial sebagai bagian dari komunitasnya. Kecantikan ini sudah menjadi lifestyle," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help