Harga Minyak Mentah dan Emas Masih Pegang Kendali Perekonomian

Dikatakannya, harga minyak mentah WTI memasuki level yang tak pernah tersentuh sejak Desember 2014 di harga 64 dolar AS

Harga Minyak Mentah dan Emas Masih Pegang Kendali Perekonomian
SHUTTERSTOCK
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Memasuki awal 2018 komoditi minyak mentah dan emas masih menjadi primadona di dalam perekonomian.

"Harga minyak terlihat sedang memegang kendali pekan ini walaupun ada kekhawatiran bahwa balapan harga saat ini mulai melemah," ujar Analist Forextime Lukman Otunuga, Jumat (12/1/2018).

Dikatakannya, harga minyak mentah WTI memasuki level yang tak pernah tersentuh sejak Desember 2014 di harga 64 dolar AS pada sesi perdagangan hari Kamis sore.

Sentimen membaik karena persediaan minyak mentah AS turun di luar dugaan dalam data resmi hari Rabunya.

Baca: Juragan Emas Dibacok Enam Perampok, Motor Pelaku Tertinggal

"Semakin jelas bahwa gangguan pasokan signifikan, risiko geopolitik, dan optimisme bahwa pemangkasan produksi OPEC dapat menyeimbangkan pasar adalah sejumlah faktor di balik bangkitnya minyak,"katanya.

Menurut Lukman,Harga minyak mungkin akan terus menguat karena optimisme pasar saat ini, namun perlu diingat bahwa peningkatan produksi minyak serpih AS dapat mengekspose minyak ke risiko penurunan.

"Secara teknis, minyak mentah WTI sangat memegang kendali di grafik harian atas $64 dapat membuka jalan menuju 65.60 dolar AS," katanya.

Baca: China Bikin Harga Minyak Mentah Melorot Lagi

Selain minyak mentah, Lukman mengatakan emas sedikit menguat di hari Jumat karena Dolar melemah dan berada di kisaran 1.320 dolar AS pada saat laporan ini dituliskan.

"Dolar masih belum stabil dan kesulitan untuk menguat sehingga emas masih tetap di atas angin. Terdapat level tertinggi yang konsisten lebih tinggi (HH) serta level terendah yang lebih tinggi (HL),"pungkasnya.(*)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved