TribunMedan/

Korupsi KTP Elektronik

Mantan Kuasa Hukum Setya Novanto Mangkir dari Panggilan KPK

Pemanggilan terkait penetapannya sebagai tersangka atas dugaan merintangi penyelidikan KPK terhadap Setya Novanto.

Mantan Kuasa Hukum Setya Novanto Mangkir dari Panggilan KPK
KOMPAS.com/IHSANUDDIN
Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi 

TRIBUN-MEDAN.COM - Hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Pemanggilan tersebut terkait penetapannya sebagai tersangka atas dugaan merintangi penyelidikan KPK terhadap Setya Novanto.

Namun, hari ini hanya terlihat kuasa hukum Fredrich Yunadi, Sapriyanto Refa, yang mendatangi KPK. Sapriyanto mengutarakan bahwa kliennya tidak datang ke KPK karena masih akan mengajukan sidang kode etik ke Persatuan Advokat Indonesia (Peradi).

Baca: Yang Bikin Ahok Patah Hati, Istrinya Veronica ke Singapura sesuai Jadwal Good Friend

Baca: Ahok Gugat Cerai Istri, Djarot : Saya Minta Tolong, Semua Orang Punya Privasi

"Jadi gini, kemarin kami buat surat ke KPK, minta penundaan pemeriksaan hari ini, karena kami sedang mengajukan proses sidang kode etik terhadap Pak Yuna," ujar Sapriyanto di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

"Karena belum ada jawaban dari KPK, makanya kami datang ingin menanyakan apakah permohonan kami dikabulkan atau tidak. Kalau dikabulkan berarti kan ada penundaan pemeriksaan, tapi kalau tidak kami minta diagendakan kembali. Tadi sudah bicara dengan admin penyidikan, sedang dibicarakan," sambung Sapriyanto.

Sapriyanto mengajukan kliennya untuk menjalani sidang kode etik, untuk memastikan tuduhan KPK bahwa Fredrich telah melanggar kode etik advokat.

Baca: Bantah Booking Satu Lantai VIP untuk Setya Novanto, Fredrich Yunadi: Itu Fitnah, Gila!

"Kami mengajukan ke Peradi, karena kami tadinya belum lihat adanya kode etik yang dilanggar. Tapi setelah KPK mengungkapkan adanya pelanggaran pasal 21, memanipulasi rekam medis, ini serius berarti," tuturnya.

"Makanya kami ingin buktikan ada atau enggak. Karena kalau ada hukum yang dilanggar, berarti kode etik juga. Kasih kami kesempatan dulu lah, kan sama-sama aparat penegak hukum, saling menghargai juga proses ini. Kalau memang ada pelanggaran, sampaikan juga ke kami buat kami proses," beber Sapriyanto.

Sapriyanto sendiri memastikan bahwa kliennya tidak ke mana-mana dan masih ada di Jakarta.

"Ada, enggak ke mana-mana. Masih di Jakarta," ucap Sapriyanto.(*)

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help