News Video

Prabowo Blak-blakan kepada Calon Kepala Daerah: Ente Punya Uang Berapa?

Setelah pernyataan La Nyalla tersebut, mendadak pidato Prabowo Subianto viral di media sosial.

Secara Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah bila Prabowo Subianto dan partainya meminta sejumlah uang kepada para calon kepala daerah, termasuk kepada La Nyalla sebesar Rp 40 miliar.

"Saya kira kalau dari pak Prabowo tidak ada ya‎ itu, saya tidak pernah dengar‎," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (11/1/2018).

‎Mungkin yang ada, menurut Fadli, Prabowo menanyakan kesiapan logistik calon peserta Pilkada yang diusung.

‎"Kalau itu dipertanyakan terkait kesiapannya untuk menyediakan dana untuk pemilu untuk digunakan dirinya sendiri ya sangat mungkin, tentu logistik dalam pertarungan pilkada sangat diperlukan," katanya.

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1/2015). Presiden Jokowi dan Prabowo mengatakan mereka bertemu dalam rangka silaturahmi yang membicarakan masalah terkini bangsa. (Tribunnews/HO/Setpres/Rusman)
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1/2015). Presiden Jokowi dan Prabowo mengatakan mereka bertemu dalam rangka silaturahmi yang membicarakan masalah terkini bangsa. (Tribunnews/HO/Setpres/Rusman) (Tribunnews/HO/Setpres/Rusman)

Baca: Prabowo Subianto dan Gatot Didoakan Seorang Ibu Jadi Presiden dan Wapres, Viral karena Satu Angka

Baca: Setelah Edy Rahmayadi, Prabowo Ikut Bernyanyi dan Berjoged di Lapangan Merdeka

Dilansir dari Tribunnews, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyebut terbongkarnya kasus politik uang itu, bisa diketahui siapa saja yang terlibat, siapa saja yang menjadi korban, dan partai mana saja yang 'doyan' politik uang di Pilkada 2018.

"Kasus La Nyalla harus menjadi pintu masuk bagi Satgas Anti Politik Uang Polri untuk menciptakan Pilkada yang bersih dan berkualitas," ujar Neta, dalam keterangannya, Jumat (12/1/2018).

Ia mengungkap bahwa sebelum La Nyalla, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, juga mengaku dirinya pernah diminta Rp 10 miliar oleh oknum Golkar agar bisa mendapatkan rekomendasi untuk maju ke Pilkada Jabar.

(Hendrik Naipospos/ Tribun-medan.com)

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help