Alamak

Dianggap Robin Hood dan Punya Hubungan Erat Dengan Polisi, Begini Sejarah Yakuza Ratusan Tahun Lalu

Ini bukan cerita kuno, tetapi terjadi zaman sekarang. Tepatnya di Jepang di mana gangster dipandang tinggi

Dianggap Robin Hood dan Punya Hubungan Erat Dengan Polisi, Begini Sejarah Yakuza Ratusan Tahun Lalu
anibee.tv
Gangster Yakuza. 

Dalam rumah duka, tamu-tamu antre melewati peti besar yang pada bagian dekat kepala diberi "jendela" kecil. Melalui lubang ini beberapa orang mencium mulut jenazah yang sudah dingin itu.

"Tsumi o nikunde, hito o nikumazu,” kata orang Jepang. "Kutuklah perbuatannya, jangan orangnya". Bangsa Jepang memang menganut moral tersendiri.

Kesalahan bukan terhapus oleh penyesalan melainkan dengan dilupakan. Menurut kepercayaan agama Shinto, kehidupan berakhir dalam sebuah lubang hitam.

Setelah itu tidak perlu lagi memikirkan kesalahan-kesalahan untuk dipertanggungjawabkan pada Pengadilan Akhir Dunia.

Siapapun dia, apakah direktur sebuah perusahaan besar ataupun pemimpin gangster, apapun yang dilakukannya, mereka lakukan itu untuk perusahaan yang dipimpinnnya, entah itu perusahaan mobil ataupun kekerasan.

Bapak Yakuza pertama adalah Banzuin Choberi. Empat ratus tahun yang lampau, bersama dengan anak buahnya dia melindungi para orang kaya di desa nelayan Edo (Tokyo sekarang) dari perampok dan pembunuh.

Untuk itu dia menerima imbalan uang yang besar dan dianggap semacam Robin Hood. Bahkan di abad ke-18, pemerintah Jepang mengangkatnya sebagai semacam pembantu polisi.

Setiap kelompok memperoleh sebuah "shima", "pulau" dalam kota. Di daerah itu Yakuza praktis pemegang monopoli kekuasaan.

Dengan demikian kejahatan kecil-kecilan hilang, karena kaum Yakuza tidak mau merusak hubungan mereka dengan polisi.

Penduduk pun merasa aman dan kehidupan gangster digambarkan sangat romantis. Ini berlangsung hingga sekarang.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help