TribunMedan/

Pilkada Serentak 2018

Dosen Universitas Bung Karno Jakarta, Liber Simbolon : Perbedaan Itu Saling Melengkapi

Setiap pilkada mengusung calon dari latar belakang, suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) yang berbeda yang dibingkai

Dosen Universitas Bung Karno Jakarta, Liber Simbolon : Perbedaan Itu Saling Melengkapi
Tribun-Medan.com/Istimewa
Solahuddin Wahid (Gus Solah/Adik Presiden RI IV Gusdur) dan Liber Simbolon 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018 akan digelar Juni mendatang.

Setiap pilkada mengusung calon dari latar belakang, suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) yang berbeda yang dibingkai dalam dasar negara yaitu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Perbedaan adalah saling melengkapi dan sudah menjadi kodrat Tuhan untuk diciptakan berbeda.

"Bunga berwarna-warni , bintang warna-warni, ada bulan yang berbeda dengan matahari, dan mahluk yang berbagai jenis dan lainnya."

Demikian dikatakan Liber Simbolon, Kamis (11/1/2018), menyikapi kondisi Pilkada Serentak 2018 yang mulai terlihat hangat saat ini.

Menurutnya, hanya perusak yang tak menyukai perbedaan.

Baca: Foto-foto Keren Bupati Sri Wahyuni yang Dinonaktifkan Kemendagri karena 2 Kali ke AS Tanpa Izin

Baca: Daftar Nama Calon Gubernur di 17 Provinsi, Nama Calon Versus Kotak Kosong, Hingga Aturan 1 Putaran!

Baca: 2 Wanita Ini Viral setelah Kepergok Nyuri di Toko, Ini Kata Sahabatnya yang Pernah Jadi Korban!

Mungkin memandangnya sebagai musibah bukan rahmat dan anugerah.

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help