Pilkada Serentak 2018

Dosen Universitas Bung Karno Jakarta, Liber Simbolon : Perbedaan Itu Saling Melengkapi

Setiap pilkada mengusung calon dari latar belakang, suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) yang berbeda yang dibingkai

Dosen Universitas Bung Karno Jakarta, Liber Simbolon : Perbedaan Itu Saling Melengkapi
Tribun-Medan.com/Istimewa
Solahuddin Wahid (Gus Solah/Adik Presiden RI IV Gusdur) dan Liber Simbolon 

Coba bayangkan bila nama manusia di dunia semua sama, berarti itu mustahil dan tak akan pernah sama.

Perbedaan, kata Liber Simbolon, jangan dipertentangkan, tapi harus diambil hikmah dan manfaatnya serta artinya.

Di dalam perbedaan bisa saling mengisi dan melengkapi keterbatasan masing-masing menjadi sesuatu yang sempurna dan indah bagi kebersamaan, bukan malah jadi bencana.

Pemilihan kepala daerah adalah sebagai jalan demokrasi yang diamanatkan undang-undang.

"Mari lepaskan ego yang sering jadi penghambat kebersamaan dan kedamaian serta pembawa musibah dalam hidup," ujarnya.

Pemilihan kepala daerah tentu diharapkan bisa mendapatkan pemimpin yang diharapkan rakyat di daerahnya yang bisa mengelola sumber daya yang lebih baik.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, sehingga menjadi salah satu daya tarik buat investor asing bahkan sebuah negara untuk menguasai.

Baca: Sandiaga Harap Pilkada Serentak 2018 Contoh DKI Jakarta, Dirjen Sumarsono Minta Jangan Contoh!

Baca: 4 Rahasia Pria Untuk Mendapatkan Sperma yang Banyak, Gesit, dan Berkualitas!

Baca: Kisah Mahasiswi Diculik dari Parkiran dan Diperko5a di Belakang Gereja, Hingga Diajak Merampok!

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved