Pilkada Serentak 2018

Dosen Universitas Bung Karno Jakarta, Liber Simbolon : Perbedaan Itu Saling Melengkapi

Setiap pilkada mengusung calon dari latar belakang, suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) yang berbeda yang dibingkai

Dosen Universitas Bung Karno Jakarta, Liber Simbolon : Perbedaan Itu Saling Melengkapi
Tribun-Medan.com/Istimewa
Solahuddin Wahid (Gus Solah/Adik Presiden RI IV Gusdur) dan Liber Simbolon 

Menurut Liber Simbolon, pilkada harus melahirkan pemimpin yang bertanggung jawab dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kalau tidak maju signifikan berarti ada yang salah dan harus menyadari adanya perubahan.

"Masyarakat harus memilih dan berjiwa rela menjadi peserta dalam proses pemilihan kepala daerah sesuai dengan amanat undang-undang," katanya.

Hal ini menurutnya, adalah semata untuk memilih pemimpin yang bersih, melayani masyarakat sehingga ada pun relawan membantu agar saat proses pemilihan kepala daerah tidak dicurangi dan ditelikung.

"Kita yang menciptakan perubahan itu dan kita yang mewujudkan nya, Sumut pasti lebih baik", ujar Liber Simbolon Dosen Universitas Bung Karno Jakarta ini. (*)

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help