Home »

Sumut

Ini Kronologis Kecelakaan di Tikungan Amoy Sibolangit, Polisi Terpaksa Jalan 1 Kilometer

"Sekitar jam 3.30 pagi kami sampai di lokasi dan pada saat itu kami terpaksa jalan sampai 1 kilometer"

Ini Kronologis Kecelakaan di Tikungan Amoy Sibolangit, Polisi Terpaksa Jalan 1 Kilometer
Tribun Medan/Sofyan Akbar
Situasi arus lalin di tikungan Amoy Sibolangit, Sabtu (13/1/2018) sudah mulai lancar. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kecelakaan tunggal truk pengangkut kayu di tikungan amoy Sibolangit membuat pihak kepolisian dari unit Satlantas Polrestabes Medan langsung turun tangan.

"Kita mengetahui kejadian ada truk pengangkut kayu yang mengalami kecelakaan tunggal di tikungan amoy, mendapat info tersebut kita langsung ke sana,"kata Kanit Lantas Polsek Pancur Batu Ipda S Sinulingga, Sabtu (13/1/2018).

Ia mengatakan tiga puluh menit setelah mendapat kabar pihak kepolisian langsung tiba di lokasi.

"Sekitar jam 3.30 pagi kami sampai di lokasi dan pada saat itu kami terpaksa jalan sampai 1 kilometer karena mobil tidak bisa digunakan karena terjadi kepadatan,"katanya.

Setelah sampai di tikungan amoy, pihaknya pun langsung mengurai kemacetan yang sudah terjadi karena gelondongan kayu jatuh ke jalan.

Baca: Viral, Video Polisi Satlantas Lepas Ikan Lele di Kubangan Jalan Berlubang

Mengenai kronologis kecelakaan tunggal truk pengangkut kayu, pria dengan balok satu dipundaknya ini mengatakan truk ini dari Berastagi menuju Medan. Jadi pada saat di tikungan amoy, truk tersebut raon saat hendak berbelok. "Namun karena terlalu raon, ban belakang sebelah kiri keluar beram dan mengakibatkan tali penyanggah kayu yang diangkut terputus dan kayu pun jatuh ke jalan,"ujarnya seraya mengatakan kejadian sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

Jadi, sambung S Sinulingga, akibatnya arus lalin jadi terhambat. Alhasil kemacetan tak bisa terelakkan.

Ia mengaku pihaknya dibantu warga dan dari Polres Tanah Kari. Untuk personel Satlantas ada 16 orang, polres Tanah Karo ada 6 orang dan dibantu warga serta ada satu alat berat untuk mengangkut kayu yang berhamburan di jalan.

"Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini. Dan sopir pun ikut membantu singkirkan kayu yang berhamburan dijalan. Jadi kami fokus untuk mengurai kemacetan yang sudah mengular sampai ke bandar baru,"katanya. 

Maka dari itu, kata Sinulingga, pihaknya fokus untuk mengurai kemacetan. Dan pihaknya hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menormalkan kembali arus lalin yang mengalami kepadatan karena kecelakaan tunggal.

"Truk dan sopir tidak ditahan karena tidak ada korban jiwa,"ujarnya.(Akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help