Pilkada Serentak 2018

KAPPIN: Pemimpin di Daerah Harus Mampu Wujudkan Kedaulatan Pangan

Ketua Kamar Pertanian Peternakan Indonesia (KAPPIN) Cahyo Nugroho menilai, pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018

KAPPIN: Pemimpin di Daerah Harus Mampu Wujudkan Kedaulatan Pangan
Tribun-Medan.com/Istimewa
Ketua Kamar Pertanian Peternakan Indonesia (KAPPIN), Cahyo Nugroho. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ketua Kamar Pertanian Peternakan Indonesia (KAPPIN) Cahyo Nugroho menilai, pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 yang akan digelar Juni mendatang merupakan pijakan dasar dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang ada di Indonesia.

"Hal ini sangat penting kita ingatkan kepada para calon Gunernur dan Bupati yang maju dalam Pemilukada secara serempak diseluruh Indonesia, bahwa Kedaulatan Pangan akan terwujud jika para Gubernur dan Bupati terpilih memiliki Komitmen yang tinggi serta konsisten dalam membamgun sektor pertanian secara sungguh sungguh", ungkap Cahyo usai Konsolidasi internal dengan para pengurus KAPPIN di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (11/12018).

Para pemimpin pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota memiliki posisi strategis dalam membangun dan menciptakan kedaulatan pangan yang ada di Indonesia.

Dengan terwujudnya kedaulatan pangan, maka tingkat ketergantungan Impor akan berkurang dan pada akhirnya bangsa Indonesia tidak akan ketergantungan pada impor lagi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Data Impor Kementerian Pertanian 2017, pemerintah melakukan impor pangan, di antaranya komoditas beras sebanyak 198.000 ton dengan nilai 94,9 juta dollar AS.

Impor kedelai 5,417 juta ton dengan nilai 2,211 miliar dollar AS, serta impor gandum sebesar 8.448.267 ton dengan nilai 2,008 miliar dollar AS.

Baca: Dosen Universitas Bung Karno Jakarta, Liber Simbolon : Perbedaan Itu Saling Melengkapi

Baca: Daftar Nama Calon Gubernur di 17 Provinsi, Nama Calon Versus Kotak Kosong, Hingga Aturan 1 Putaran!

Cahyo Nugroho mengatakan, bahwa bukan hanya karena tidak meningkatnya produksi pertanian lokal, tapi juga dampak dari dimenangkannya gugatan Amerika Serikat dan Selandia Baru oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas kebijakan perlindungan proteksi Indonesia atas produk hortikultura, hewan, dan produk-produknya pada 22 Desember 2016 lalu.

“Dimenangkannya gugatan tersebut oleh WTO justru semakin membuat impor semakin banyak masuk. Akibatnya merusak harga pasar dan income sedikit ke petani,” papar Cahyo

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved