Home »

Cetak

Edisi Cetak Tribun Medan

Pembunuh Satu Keluarga, Terdakwa Andi Lala Nangis Divonis Mati Hakim

-Napas Andi Matalata alias Andi Lala mendadak tak beraturan. Ia tampak tersengal-sengal usai mendapat vonis hukuman mati

Pembunuh Satu Keluarga, Terdakwa Andi Lala Nangis Divonis Mati Hakim
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Ketiga terdakwa kasus pembunuhan sekeluarga, Andi Lala (kanan), Andi Syahputra (tengah) dan Roni Anggara (kiri) mengikuti sidang dengan agenda vonis, di Pengadilan Negeri, Medan, Jumat (12/1/2018). 

TRIBUN-MEDAN.COM -Napas Andi Matalata alias Andi Lala mendadak tak beraturan. Ia tampak tersengal-sengal usai mendapat vonis hukuman mati dari hakim di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (12/1/2018).

Andi Lala hanya bungkam dan menggelengkan kepala, ketika diminta tanggapannya terkait vonis hakim. Dan, tiba-tiba ia pun meneteskan air mata. 

Andi Lala adalah terdakwa pembunuhan satu keluarga di Mabar ada April 2017. Saat melakukan pembunuhan, Andi Lala dibantu Roni Anggoro dan Andi Syahputra. Pada sidang dengan agenda pembacaan vonis, kemarin, Ketua Majelis Hakim Dominggus Silaban membacakan amar putusan hakim.

Para hakim memutuskan Andi Lala terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan terhadap Riyanto, istri Riyanto, Sri Ariyani, serta dua anak Riyanto-Sri, Naya dan Gilang Laksono serta mertua Riyanto, Sumarni.

"Menyatakan terdakwa Andi Lala terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain. Menghukum terdakwa dengan pidana mati," ucap Dominggus.

Untuk terdakwa Roni dan Andi Syahputra, hakim memvonis masing-masing penjara selama 20 tahun. Menurut para hakim, mereka turut serta membantu Andi Lala membunuh.

Ketiga terdakwa kasus pembunuhan sekeluarga, Andi Lala (kanan), Andi Syahputra (tengah) dan Roni Anggara (kiri) mengikuti sidang dengan agenda vonis, di Pengadilan Negeri, Medan, Jumat (12/1/2018).
Ketiga terdakwa kasus pembunuhan sekeluarga, Andi Lala (kanan), Andi Syahputra (tengah) dan Roni Anggara (kiri) mengikuti sidang dengan agenda vonis, di Pengadilan Negeri, Medan, Jumat (12/1/2018). (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI)

Usai mendengar vonis hakim, reaksi berbeda diperlihatkan tiga terdakwa. Andi Lala yang duduk di kursi paling kiri terlihat mendadak tersengal-sengal, napasnya tak beraturan. Andi Syahputra lain lagi.

Ia membungkukkan badan sembari menutup bagian wajah. Sedangkan Roni hanya menundukkan kepala. Melihat hal tersebut, tim penasihat hukum para terdakwa, menghampiri mereka.

Majelis hakim menganggap, pembunuhan yang dilakoni Andi Lala, Roni, dan Andi Saputra terbukti melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 tentang Pembunuhan Berencana dan mendapat hukuman mati.

Beberapa pertimbangan, yang disampaikan majelis hakim hingga menghukum Andi Lala dengan vonis mati, merupakan pertimbangan hukum yang sudah tepat agar tidak menimbulkan polemik.

Halaman
123
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help