Edisi Cetak Tribun Medan

Pembunuh Satu Keluarga, Terdakwa Andi Lala Nangis Divonis Mati Hakim

-Napas Andi Matalata alias Andi Lala mendadak tak beraturan. Ia tampak tersengal-sengal usai mendapat vonis hukuman mati

Pembunuh Satu Keluarga, Terdakwa Andi Lala Nangis Divonis Mati Hakim
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Ketiga terdakwa kasus pembunuhan sekeluarga, Andi Lala (kanan), Andi Syahputra (tengah) dan Roni Anggara (kiri) mengikuti sidang dengan agenda vonis, di Pengadilan Negeri, Medan, Jumat (12/1/2018). 

Salah satunya, yakni cara yang mereka lakukan untuk membunuh sudah matang, menyiapkan benda tajam dan tumpul. Tujuannya, untuk mempercepat kematian korban.

"Tidak ada alasan yang dapat memaafkan perbuatan terdakwa. Sebab, Andi Lala tidak mengakui penyesalannya, dan sebelumnya ia juga pernah membunuh. Apalagi, perbuatan terdakwa juga merupakan perbuatan yang berulang," ucap Dominggus.

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga menuntut Andi Lala dengan hukuman mati, Roni seumur hidup, dan Andi Syahputra 20 tahun penjara.

Abaikan Fakta
Penasihat hukum para terdakwa Torang Manurung menyatakan keberatannya terhadap vonis majelis hakim.

Ia pun langsung menyatakan akan banding. Ia mengklaim, keputusan hakim, yang menghukum Andi Lala dengan vonis mati, serta Roni dan Andi Syahputra masing-masing 20 tahun penjara, mengabaikan fakta di persidangan.

"Fakta yang disebutkan majelis hakim tidak sesuai dengan fakta yang terungkap di persidangan. Padahal, kami sudah menuangkannya dalam nota pembelaan. Hanya saja hakim berpendapat lain, tapi kami tetap memberikan hak bagi tiga terdakwa itu untuk langsung mengajukan banding," kata Torang usai sidang.

Menurut Torang, perbuatan Roni dan Andi Syahputra, yang disebut majelis hakim berperan sebagai turut serta membantu Andi Lala melakukan pembunuhan, sangat tidak tepat. Sebab, katanya, majelis hakim hanya berpegang pada berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibuat kepolisian.

"Terlebih kepada terdakwa Roni dan Andi Syahputra. Mereka sama sekali tidak tahu ada perbuatan yang dilakukan Andi Lala, tapi hakim menyebut turut serta dan berencana untuk melakukan pembunuhan. Nah, ini yang kami bantah. Saksi-saksi yang diambil keterangannnya dalam putusan kebanyakan dari BAP yang dibuat polisi. Seharusnya kan keterangan dalam vonis itu adalah keterangan saksi di persidangan," ujarnya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, imbuh Torang, kepolisian sebagai penyidik melakukan penekanan terhadap terdakwa Andi Syahputra dan Roni, dengan tujuan agar mengakui perbuatannya.

Untuk membuktikan hal tersebut, Torang akan melampirkannya dalam memori banding ke Pengadilan Tinggi Medan.

Halaman
123
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help