TribunMedan/
Home »

News

» Jakarta

Korupsi e KTP

Pengacara Fredrich Yunadi dan Dokter Setya Novanto Ditangkap KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.Ia bersama petugas KPK

Pengacara Fredrich Yunadi dan Dokter Setya Novanto Ditangkap KPK
Kolase Tribun Medan/NET
Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, Dokter RS Medika Permata Hijau Dr.H.Bimanesh Sutarjo, SpPD, dan Setya Novanto. 

Ia terus berjalan menembus kerumunan wartawan menuju ke mobil tahanan yang menunggu. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Bimanesh ditahan di Rutan Guntur.

" Ditahan di Rutan Guntur untuk 20 hari pertama," ujar Febri.

KPK sebelumnya mengungkapkan adanya dugaan persekongkolan antara Bimanesh dengan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Baca: 2 Wanita Ini Viral setelah Kepergok Nyuri di Toko, Ini Kata Sahabatnya yang Pernah Jadi Korban!

Baca: Sandiaga Harap Pilkada Serentak 2018 Contoh DKI Jakarta, Dirjen Sumarsono Minta Jangan Contoh!

Dalam kasus ini, Fredrich dan Bimanesh sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini bermula saat Novanto berkali-kali mangkir dari panggilan KPK, baik sebagai saksi maupun tersangka.

Pada 15 November 2017 malam, tim KPK mendatangi rumah Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru untuk melakukan penangkapan. Namun, tim tidak menemukan Novanto.

Pada 16 November 2017, KPK memasukkan Novanto dalam daftar pencarian orang (DPO).

Novanto kemudian muncul dalam wawancara via telepon di sebuah televisi swasta dan mengaku akan datang ke KPK.

Tak berselang lama, Novanto mengalami kecelakaan dan dibawa ke RS Medika Permata Hijau.

Menurut KPK, Novanto langsung masuk ke ruang rawat inap kelas VIP dan bukan ke unit gawat darurat.

Sebelum kecelakaan, Yunadi diduga sudah datang lebih dahulu untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

Salah satu dokter di RS tersebut juga mengaku ditelepon seseorang yang diduga pengacara Novanto yang bermaksud perlu menyewa satu lantai RS.

Padahal, saat itu belum diketahui Novanto akan dirawat karena sakit apa. (*)

Penulis: Robertus Belarminus

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help