Tak Sekadar Memindahkan Skenario Ernest Prakasa

Setelah sukses dengan film Susah Sinyal di layar lebar, sekarang cerita antara ibu dan anak tersebut bisa dinikmati dalam bentuk novel.

Tak Sekadar Memindahkan Skenario Ernest Prakasa
TRIBUN MEDAN/ Instagram
Meira Anastasia, Ernest Prakasa, penerbit dan Ika Natassa di perilisan novel Susah Sinyal beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Setelah sukses dengan film Susah Sinyal di layar lebar, sekarang cerita antara ibu dan anak tersebut bisa dinikmati dalam bentuk novel. Skenario yang dikerjakan oleh Ernest Prakasa bersama istrinya Meira Anastasia tersebut diadaptasi menjadi novel oleh penulis asal Kota Medan, Ika Natassa. 

Kepada Tribun Medan, Ika sempat menceritakan proses kolaborasi dirinya bersama Ernest dalam pembuatan novel tersebut sebelum Pre Order-nya ludes hanya dalam 30 menit pada Senin, (8/1) lalu.

"Novel Susah Sinyal adalah adaptasi dari skenario yang ditulis oleh Ernest dan Meira. Yang Ernest dan aku lakukan saat mengembangkan sebuah skenario menjadi novel tidak sekadar memindahkan cerita di skenario menjadi format novel, tetapi juga pendalaman karakter, pengembangan cerita, pengayaan emosi dan lain-lain," ujarnya saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Baca: Parkour Bagus untuk Jantung

Kolaborasinya bersama komika tersebut cukup unik. Dikatakannya, Ernest memberikan sentuhan komedi, sedangkan Ika mengambil peran untuk sentuhan drama.

Meski film Susah Sinyal masih tayang di bioskop, nyatanya hal tersebut tidak membuat pembaca enggan mengikuti kisah yang ada di novelnya. Hal ini dikarenakan proyek yang sudah diidam-idamkan oleh Ernest dan Ika ini menjelaskan secara detail hal-hal yang tidak dapat diceritakan dengan jelas di dalam film karena keterbatasan durasi.

"Bedanya novel dengan film itu, sebagai gambaran, skenario Susah Sinyal itu sekitar 100 halaman, sedangkan bukunya mendekati 300 halaman," jelas penulis kelahiran Medan 1977 ini.

Anak pertama dari dua bersaudara ini bercerita, awalnya kolaborasi antara dirinya dan Ernest hanya obrolan iseng. Ika dan Ernest memang sering bertukar pikiran, khususnya tentang proses kreatif. Dari obrolan-obrolan iseng di WhatsApp, mereka kemudian sepakat untuk menulis Susah Sinyal ke dalam bentuk novel dan menggarapnya bareng-bareng.

Baca: Siswa YPSA Ikuti EduTour-Harvard Model Congress 2018 ke Dubai dan London

Ketika ditanya mengapa novel Susah Sinyal harus dibeli walaupun telah menonton filmnya, Ika menyebutkan bahwa hal-hal tersebut ada pada detail-detail cerita yang penonton tidak dapat ketahui dari filmnya.

Novel Susah Sinyal akan hadir di toko-toko buku di Indonesia pada awal Februari mendatang.

Soal launching atau book signing event di Kota Medan, Ika mengaku belum memiliki rencana tentang itu.

"Belum ada rencana," jawabnya singkat. (*)

Biofile:

Nama: Ika Natassa
Tempat tanggal lahir: Medan, 25 Desember 1977
Film: Critical Eleven
Buku-buku: Antologi Rasa, Critical Eleven, A Very Yuppy Wedding, Divortiare, Twivortiare, Underground, The Architecture of Love
Medsos: Instagram @ikanatassa

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help