Warga Kota Ini Rayakan Kemunculan Matahari Pertama, Meski Hanya 34 Menit

Untungnya, malam kutub bukan berarti gelap gulita selama lebih dari sebulan, melainkan remang-remang seperti senja.

Warga Kota Ini Rayakan Kemunculan Matahari Pertama, Meski Hanya 34 Menit
Lev Fedoseyev/TASS
Orang-orang menyambut matahari terbit untuk pertama kalinya sejak awal Desember 2017 di Murmansk yang sekaligus menandai berakhirnya malam kutub. 
TRIBUN-MEDAN.COM - Bagi kebanyakan orang, termasuk Indonesia, matahari terbit setiap hari.
Namun, tak demikian bagi penduduk Murmansk (1.800 kilometer di utara Moskow), kota terbesar di utara Lingkar Arktik.

Bagi warga setempat, matahari terbit bisa jadi “barang langka” ketika mereka memasuki periode malam kutub (keadaan ketika malam hari berlangsung lebih dari 24 jam di Lingkar Arktik -red.).

Selama beberapa bulan terakhir, malam kutub berlangsung selama 40 hari. Selama itu pula, matahari tak menampakkan wujudnya.

Untungnya, malam kutub bukan berarti gelap gulita selama lebih dari sebulan, melainkan remang-remang seperti senja. Namun, ini bukan periode yang diharapkan banyak orang.

Seperti yang bisa Anda bayangkan, penduduk setempat sangat senang ketika akhirnya bisa melihat matahari terbit pada 12 Januari 2018.

Baca: Viral, Video Polisi Satlantas Lepas Ikan Lele di Kubangan Jalan Berlubang

Baca: TERUNGKAP, Real Madrid Pernah Tawar Lionel Messi dengan Harga Rp 4 Triliun

Baca: Viral Curhat Penumpang di Facebok, TKW di Bandara Sudah Diperas Calo Tiket Saat Mau Pulang

Sebagaimana tradisi tiap tahun, orang-orang akan berbondong-bondong menuju Solnechnaya Gorka (Bukit Matahari), sebuah tempat khusus di luar kota, untuk menyambut matahari pertama selama 40 hari terakhir.

Ratusan orang merayakannya dengan minum teh dan menari. Sayangnya, mereka tak akan punya cukup waktu untuk menghangatkan kulit mereka karena matahari hanya bersinar selama 34 menit.

Meski begitu, pagi hari perlahan-lahan akan kembali normal saat mendekati musim semi.

Karena matahari tak terbit di Murmansk selama beberapa minggu, menyambut kehadirannya dengan musik terlihat masuk akal.
Dua warga Murmansk menyambut matahari terbit untuk pertama kalinya sejak awal Desember 2017 yang menandai berakhirnya malam kutub.
Matahari terbit terlihat dari Solnechnaya Gorka di dekat Murmansk.

Kehidupan di Lingkar Arktik bukanlah sekadar isapan jempol. Orang-orang harus siap menghadapi 60 hari tanpa malam dan 40 hari tanpa matahari

Artikel ini sudah tayang di russia beyond berjudul: Penuh Sukacita, Warga Murmansk Sambut Fajar Pertama Setelah 40 Hari Tanpa Matahari

Editor: Tariden Turnip
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help