Home »

Video

News Video

Ada Luka Tembak di Dada Chairul Ridho, Keluarga Bawa Hal ini ke Ranah Hukum

Chairul Ridho, terduga pelaku penggelapan uang Rp 6 miliar milik Bank BRI pada pertengahan Oktober 2016 meninggal dunia

TRIBUN-MEDAN.COM -  Chairul Ridho, terduga pelaku penggelapan uang Rp 6 miliar milik Bank BRI pada pertengahan Oktober 2016 meninggal dunia, Sabtu (13/1/2018) malam.

Menurut polisi, ia ditembak lantaran merebut senjata petugas kepolisian.

Berdasarkan pengamatan tribun-medan.com, Minggu (14/1/2018), puluhan keluarga berkumpul di depan ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Mereka, protes karena petugas Rekrim Polrestabes Medan dianggap sengaja menembak mati pemuda kelahiran 1990 tersebut.

Chairul Ridho merupakam warga Jalan Sunggal, Gang Kenangan No. 10 Kelurahan Sunggal.

Chaoril Ridho dijemput personel polisi dari kantornya, PT Beringin Gigantara (vendor BRI untuk Pengelola ATM) di Jalan Merak, Kelurahan Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat pagi (12/1/2018)

"Setelah dijemput polisi. Kami tidak tahu dia di mana. Kami cari, tapi tidak ketemu. Kami dapat informasi dari teman di Polda, katanya adek ini sedang dibawa jalan-jalan. Malamnya datang polisi kasih tahu adek ini sudah meninggal," ujar Jumadin, abang kandung Ridho.

Ambulans yang mengantarkan mayat Ridho tiba di kediaman orangtua Ridho, di Jalan Sunggal, Minggu (14/1/2018)
Ambulans yang mengantarkan mayat Ridho tiba di kediaman orangtua Ridho, di Jalan Sunggal, Minggu (14/1/2018) (TRIBUN MEDAN/Royandi Hutasoit)

Baca: Chairul Ridho Diduga Dihabisi dari Jarak Dekat, Pengacara: Kenapa Harus Ditembak Mati?

Baca: Chairul Ridho Cuti ke Pekanbaru sebelum Penggelapan Uang BRI Rp 6 Miliar Mencuat

Saat pihak keluarga hendak melihat jenazah Ridho, pihak RS Bayangkara pun tampak menghalang-halangi, kemudian pihak kekuarga pun bersikeras dan ngotot mau melihat mayat Ridho, akhirnya diperbolehkan pihak rumah sakit.

"Saat kami lihat ada bolong di dadanya seperti bekas tembakan. Ada sebesar jari telujuk lobangnya. Dadanya merah sepert lebam. Kakinya juga biru seperti kena pukuli," ujarnya.

Pihak keluarga pun saat ini tengah berupaya mencari keadilan atas meninggalnya Ridho, saat ini pun mereka sudah menunjuk LBH Tumangger DKK untuk menjadi kuasa hukumnya.

"Senin kami akan mengadu ke Propam Polda. Kami mau mencari keadilan," ujarnya.

(Ttribun-medan.com)

Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help