Semangat Baru Sumut

Gereja HKBP Menyematkan Ulos Khusus untuk JR Saragih dan Pejabat Tinggi Daerah

Bupati Simalungun JR Saragih yang menghadiri pesta Pangompoion Gereja HKBP Parsaoran Nauli di Sentosa Bawah, Siantar, Sumatera Utara

Gereja HKBP Menyematkan Ulos Khusus untuk JR Saragih dan Pejabat Tinggi Daerah
IST
JR Saragih diberikan kain ulos spesial oleh Gereja HKBP Parsaoran Nauli. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Bupati Simalungun JR Saragih yang menghadiri pesta Pangompoion Gereja HKBP Parsaoran Nauli di Sentosa Bawah, Siantar, Sumatera Utara mendapat sambutan spesial.

Pria berdarah Simalungun-Karo ini diberikan kain ulos spesial oleh Gereja HKBP Parsaoran Nauli.

Acara penyematan Ulos kepada JR Saragih ditandai ritual pemberian kepala kerbau oleh pihak Gereja HKBP.

Turut juga Wakil Walikota Siantar Togar Sitorus, serta Anggota DPRD Sumatera Utara Ronny Reinaldo Situmorang dan Ephorus HKBP Darwin Lumbantobing termasuk Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan menjadi bagian ritual adat lokal tersebut.

"Bupati Simalungun JR Saragih, Wakil Walikota Siantar Togar Sitorus adalah pemimpin paling tinggi di wilayah Simalungun dan Siantar, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan sebagai penegak hukum kemudian untuk Ephorus HKBP Darwin Lumbantobing merupakan pemimpin tertinggi di Gereja HKBP oleh karenanya disimbolkan dengan pemberian kepala kerbau," kata Sekretaris Huria HKBP Drs. SP Sinaga di Gereja HKBP Parsaoran Nauli, Siantar, Minggu (14/1/2018).

Baca: JR Saragih Ajak Setiap Anak Tuhan Ikut Serta Membangun Rumah Ibadah

Selain kepala kerbau, para pemangku jabatan struktural tinggi dilaksanakan Hopa Suhut, yang mengartikan bahwa Gereja HKBP Parsaoran Nauli menerima pemimpin untuk bersatu demi memberikan pelayanan yang terbaik buat Gereja HKBP dan masyarakat.

"Sama-sama kita ketahui semua ada di sini, berkumpul bersama untuk menyatu. Gereja HKBP Parsaoran Nauli menerima kehadiran mereka di sini karena memasuki Rumah Tuhan yang baru dalam ucapan syukur," lanjutnya.

Prosesi adat yang syarat nilai sejarah kearifan lokal pemberian kepala kerbau dan Hopa Suhut berpuncak penyematan kain Ulos sebagai tanda terima kasih.

"Kain ulos disimbolkan dengan penuh makna kasih, sehingga melalui kain ulos bisa memiliki perasaan dan kedekatan antara pemerintah dengan Gereja HKBP,"
ujarnya.

JR Saragih mengucapkan terima kasih, dan mengapresiasi untuk Gereja HKBP yang selalu menjalin kerja sama dalam membangun Simalungun, dimana pemerintahan bisa saling support dengan baik untuk masyarakat.

"Tentu saya apresiasi, apalagi kehadiran saya di sini memberikan arti bahwa Sumatera Utara adalah wilayah yang memiliki penuh keberagaman Agama, Suku dan Budaya. Toleransi beragama sangat tinggi, hal ini bisa dibuktikan dengan kondusifnya Simalungun saat Ramadan, Lebaran, Natal hingga perayaan Tahun Baru," pungkasnya.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help