Semangat Baru Sumut

Maju ke Pilgub Sumut, JR Saragih Minta Didoakan Uskup Agung

"Tadi saya minta didoakan karena saya maju menjadi bakal calon Gubernur Sumatera Utara di 2018,"

Maju ke Pilgub Sumut, JR Saragih Minta Didoakan Uskup Agung
ist
Uskup Agung berikan doa bagi JR Saragih sebagai Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, KARO - Menatap Pemilihan Kepala Daerah, Gubernur Sumatera Utara, Bupati Simalungun JR Saragih meminta didoakan oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Dr. Anicetus Bongsu Sinaga.

JR Saragih bersama jajaran Pemerintahan Kabupaten Simalungun hadir di peresmian Gereja Katolik Stasi St. Santa Klara Siosar di Desa Siosar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Di momen ini JR meminta doa kepada Uskup Agung.

"Tadi saya minta didoakan karena saya maju menjadi bakal calon Gubernur Sumatera Utara di 2018," ucap Bupati Simalungun JR Saragih, Minggu (21/1/2018).

Baca: JR Saragih Hadiri Peresmian Gereja Katolik di Daerah Pengungsian Gunung Sinabung

Baca: PSMS MEDAN Luar Biasa! Babak Pertama, Gilas Persib Bandung 2-0

Usai didoakan, JR mengungkapkan bahwa ada rasa yang berbeda dirasaknnya. Ia merasa memiliki kenyamanan serta hati yang tenang, bahkan mempunyai kepercayaan diri yang kuat untuk bekerja membangun Sumatera Utara.

"Saya bisa maju karena di belakang saya adalah orang-orang hebat termasuk mereka yang beragama Katolik. Ada rasa yang tenang dan percaya diri" ungkapnya.

Uskup Agung Medan, Mgr. Dr. Anicetus Bongsu Sinaga mengatakan bahwa setiap manusia berhak berkeinginan untuk didoakan. Disampaikannya, dalam Agama Katolik tidak memandang golongan apapun.

"Bahasa Katolik adalah penuh cinta, damai, sejahtera dan persaudaraan guna mewujudkan masa depan dengan baik. Siapapun berhak didoakan, termasuk Bapak JR Saragih," katanya.

Melihat JR Sarahih, Uskup Agung mengatakan, bahwa siapapun yang memiliki perhatian terhadap tempat ibadah harus dihargai dan dihormati. Hal ini juga sesuai dengan ajaran Katolik.

"Kita tahu Bapak JR sangat perduli dengan keagamaan, bukan saja dari sisi Nasrani melainkan dari sisi agama lain juga. Ini juga sesuai dengan ajaran Gereja Katolik yang selalu membawa kedamaian, otomatis masyarakat mempunyai harkat dan martabat yang sesuai dengan aturan Bhinneka Tunggal Ika," pungkasnya.(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved