Kepala Desa Dilaporkan atas Dugaan Pengancaman dan Penyalahgunaan Dana Desa

Selain itu juga, oknum Kades tersebut dilaporkan terkait dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2017 senilai Rp 713, 22 juta.

Kepala Desa Dilaporkan atas Dugaan Pengancaman dan Penyalahgunaan Dana Desa
Tribun Medan/Arjuna
Salah satu contoh fisik pembangunan yang menggunakan Anggaran Dana Desa di Tapanuli Utara 

TRIBUN-MEDAN.CCOM, TARUTUNG - Oknum Kepala Desa (Kades) Bona Nidolok Kecamatan Purba Tua Kabupaten Tapanuli Utara ( Taput ) Hendri Sitompul dilaporkan ke Polres Taput atas dugaan pengancaman dan penyalahgunaan dana desa tahun 2017, Rabu (24/1/2018).

Hendri Sitompul diduga melakukan pengancaman serta hendak ingin melakukan pemukulan dengan menggunakan jok sepeda motor terhadap Bendahara Desa Rosma Simatupang karena tidak mau menandatangani pertanggungjawaban pekerjaan dana desa tahun 2017 lalu.

Selain itu juga, oknum Kades tersebut dilaporkan terkait dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2017 senilai Rp 713, 22 juta.

Laporan ditujukan langsung ke Kapolres Taput untuk ditindaklanjuti karena adanya indikasi penyalahgunaan dana desa untuk pekerjaan rabat beton senilai Rp 364,72 juta, gorong - gorong senilai Rp 13,959 juta,  tembok penahan tanah ( TPT) senilai Rp 157, 302 juta dan jembatan Aek Barebe senilai Rp 158, 6 juta.

Baca: Nama Siswa yang Lolos PPDB Online Ditulis Tangan, Diduga Ini Penyebab Adanya Siswa Siluman

 Kapolres Taput melalui Kasubbag Humas Aiptu Pol W Baringbing kepada sejumlah wartawan, laporan dari warga masyarakat Desa Bona Nidolok ini akan ditindaklanjuti.

"Dalam laporan ini, oknum Kades dituding melakukan pengancaman karena Bendahara Desa tidak mau menandatangai surat pertanggungjawaban pekerjaan dana desa. Kemudian oknum Kades juga dilaporkan atas dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2017," terangnya.

Dalam laporan dugaan penyalahgunaan dana desa, ia menjelaskan, dugaan penyalahgunaan pekerjaan fisik yang bersumber dari dana desa

Bukti - bukti yang diserahkan berupakan foto pekerjaan rabat beton, tembok penahan tanah ( TPT) dan foto pekerjaan jembatan Aek Barebe serta foto copy RAB.

Kemudian, dalam setiap pembelian material, Bendahara Desa tidak dilibatkan. Uang dana desa yang mengelola bukan Bendahara Desa namun uang tersebut langsung ditarik oleh Kades Hendrik Sitompul dari Bendahara Desa.

"Dari beberapa alat bukti, kita terlebih dahulu akan mempelajarinya untuk masuk ke tahap proses penyelidikan. Jadi dua kasus ini yang jelas akan segera kita tindaklanjuti, " tuturnya.(*)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved