Semangat Baru Sumut

Makan Bersama, Masyarakat Adat Persembahkan Kepala Kerbau Melepas JR-Ance ke Pilgub Sumut

Masyarakat diajak JR dengan leluasa untuk mengambil makanan yang dihidangkan di depan mejanya.

Makan Bersama, Masyarakat Adat Persembahkan Kepala Kerbau Melepas JR-Ance ke Pilgub Sumut
TRIBUN MEDAN/ Dedy Kurniawan
Persembahkan kepala kerbau dari masyarakat Simalungun yang telah disembelih untuk Parbohathon melepas JR Saragih menuju Pilgub Sumut di Pematangraya, Sabtu (27/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Masyarakat adat dari berbagai daerah, mewakili Simalungun, Karo, Toba, Nias, Tionghoa, Melayu, Jawa, Pakphak menggelar acara adat Parbohathon (pemberangkatan) melepas JR yang menjadi bakal calon Gubernur Sumatera Utara. Satu kerbau disembelih sebagai persembahan masyarakat adat setempat.

Satu kepala kerbau yang telah disembelih diletakan di atas meja, beserta potongan daging dan belulang tubuh kerbau lainnya. Kemudian Parbohathon digelar makan bersama.

Masyarakat diajak JR dengan leluasa untuk mengambil makanan yang dihidangkan di depan mejanya. Tapi bukan kerbau yang dimakan, melainkan makanan lain yang telah disiapkan panitia.

"Ayo semua makan bersama. Silahkan diambil saja ini, mari makan semuanya," ujarnya sambil membagikan makanan di mejanya.

Tokoh adat, Sekjen DPP Partuha Maujana Simalungun Cak Paten Purba menjelaskan, Paborhathon adalah ritual adat Batak yang berarti pemberangkatan dengan berkat. Paborhathon ini dilakukan sebelum pemberangkatan Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara JR Saragih. Ia akan melakukan prosesi pemotongan satu kerbau dan tujuh Sapi.

"Kepala kerbau ini nantinya akan diberikan kepada Bapak JR sebagai tanda penghormatan dari masyarakat atas kinerjanya, dan agar bisa menggapai keinginannya, prosesi ini juga dinamakan Jambar," ucapnya.

Tokoh Agama Islam memberikan restu dan doa kepada JR maju ke Pilgub Sumut di Pematangraya, Sabtu (27/1/2018)
Tokoh Agama Islam memberikan restu dan doa kepada JR maju ke Pilgub Sumut di Pematangraya, Sabtu (27/1/2018) (TRIBUN MEDAN/ Dedy Kurniawan)

Dijelaskan Cak Paten Purba bahwa pemotongan satu kerbau merupakan simbol kekuatan bagi masyarakat Sumatera Utara. Dalam prosesi ini diberikan sebuah kain sarung yang akan dilaksanakan sebelum matahari sempurna berada di puncak.

"Prosesi pemberangkatan ini dilakukan pada pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB atau pada saat sebelum matahari berada di puncaknya. Bagi masyarakat Sumatera Utara, prosesi ini menyimbolkan adanya tahapan menuju cita-cita yang diinginkan," jelas Cak Paten Purba.

Ketua Panitia Parborhathon, John Sabiden Purba menyampaikan pada acara Parbohathon, JR Saragih diberikan pakaian adat yang terdiri dari topi, baju, pedang yang memiliki arti pemimpin tertinggi di Simalungun yang akan berjuang menuju arah yang lebih tinggi dengan harapan bisa meraih kemenangan.

"Bapak JR dan Ance akan berjalan kaki menuju lokasi acara kemudian disambut tarian tor-tor Dihar yang selanjutnya akan diberikan kain ulos Hiou Pamotting," urainya.

Kemudian, setelah berada di lokasi maka JR Saragih dan Ance akan dipanggil oleh tokoh adat serta rohaniawan, selanjutnya diberikan makanan khas berupa ayam di binatur yang ditaruh di atas pinggan (piring) besar serta nitak berupa beras yang ditumbuk yang di dalamnya ada bumbu-bumbu rempah tradisional. Makanan ini nantinya diberikan oleh masyarakat.

"Ayam di binatur merupakan tradisi khas Simalungun yang mempunyai arti agar hidupnya teratur, bisa mencapai cita-cita yang diinginkan serta diberikan kekuatan dalam menjalankan hidup," tuturnya.(Dyk/tribun-medan.com) 

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved