Sidang Nenek 92 Tahun

Divonis Penjara 44 Hari, Nenek 92 Tahun Harus Pulang Pergi Mengarungi Danau Toba

Selama empat bulan terhitung sejak September 2017, Oppu Linda harus mengarungi Danau Toba menahankan hempasan angin danau.

Divonis Penjara 44 Hari, Nenek 92 Tahun Harus Pulang Pergi Mengarungi Danau Toba
TRIBUN MEDAN/ Arjuna bakkara
Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara menjatuhi hukuman penjara 1 bulan 14 hari kepada Saulina boru Sitorus (92 tahun) alias Ompu (baca: Oppu) Linda. Ia janda dari almarhum Boigodang Naiborhu.

Pasca Vonis Oppu Linda didampingi kuasa hukumnya Boy Raja Marpaung mengajukan banding. Oleh Karenanya, Oppu Linda masih harus pulang pergi ke Balige, seperti pada Rabu (31/1/2018)

Oppu Linda terjerat kasus pengrusakan setelah dituduh menebang pohon durian milik Japaya Sitorus berdiameter lima inci di Dusun Panamean, Desa Sampuara Kecamatan Uluan Toba Samosir.

Oppu Linda berniat membangun makam leluhurnya. 

Baca: Oppu Linda (92 Tahun) Pulang-Pergi Mengarungi Danau Toba untuk Jalani Sidang, Berikut Foto-fotonya

Oppu Linda di masa senjanya, harus menahankan lelah pulang pergi tiap kali mengurus perkaranya. Selama empat bulan terhitung sejak September 2017, Oppu Linda harus mengarungi Danau Toba menahankan hempasan angin danau.

Usai menyelesaikan urusan di Kota, Oppu Linda bergerak ke Pelabuhan Balige. Perlahan dia berjalan menuju kapal kayu tua yang bersandar di bibir pantai.

Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba
Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba (TRIBUN MEDAN/Arjuna)

Baca: Rintihan Nenek 92 Tahun saat Divonis: Jangan Sidang Lagi Pak Hakim, Aku Sudah Tua, Capek Aku. . .

Saulina kelahiran Oktober 1926. Ia lahir 19 tahun sebelum Indonesia merdeka. Di atas kapal kayu dia terbaring sembari menunggu perahu yang membawanya tiba di Desa Panamean. 

Sesekali ia tampak terbangun, menyeka wajahnya dengan sapu tangan berwarna putih. Lalu kembali berbaring, sesekali duduk mengunyahi sirihnya sambil menatap danau.

Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba
Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba (TRIBUN MEDAN/ Arjuna bakkara)

 
Usianya sudah uzur, fisik sudah semakin melemah dan tulang hanya dibalut dagingnya yang tipis berkerut. Ompu Linda mengaku lelah setiap kali menjalani persidangan.

Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang di pengadilan, harus menyeberangi Danau Toba
Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang di pengadilan, harus menyeberangi Danau Toba (TRIBUN MEDAN/ Arjuna bakkara)

Apalagi harus menyeberangi Danau Toba dengan kapal kayu yang dia tumpangi memakan waktu kurang lebih dua jam.

Belum lagi bila sidang dimulai sore hari dan bisa berakhir pukul 9, malam seperti hari-hari sebelumnya.

Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba
Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba (TRIBUN MEDAN/ Arjuna bakkara)

Artinya, Oppu Linda harus kedinginan malam harinya menahan hempasan angin danau tiap kali pulang ke rumahnya di Desa Panamean.(*)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved