Oppu Linda (92 Tahun) Pulang-Pergi Mengarungi Danau Toba untuk Jalani Sidang, Berikut Foto-fotonya

Pasca Vonis Oppu Linda didampingi kuasa hukumnya mengajukan banding, sehingga harus pulang pergi ke Balige

Oppu Linda (92 Tahun) Pulang-Pergi Mengarungi Danau Toba untuk Jalani Sidang, Berikut Foto-fotonya
TRIBUN MEDAN/ Arjuna bakkara
Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang di pengadilan, harus menyeberangi Danau Toba 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
 

TRIBUN-MEDAN.Com, TOBASA- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumater Utara menjatuhi hukuman penjara 1 bulan 14 hari kepada Saulina boru Sitorus (92 tahun) alias Ompu (baca: Oppu) Linda. Ia janda dari almarhum Boigodang Naiborhu.

Pasca Vonis Oppu Linda didampingi kuasa hukumnya Boy Raja Marpaung mengajukan banding. Oleh Karenanya, Oppu Linda masih harus pulang pergi ke Balige, seperti pada Rabu (31/1/2018).

 Oppu Linda terjerat kasus pengrusakan setelah dituduh menebang pohon durian milik Japaya Sitorus berdiameter lima inci di Dusun Panamean, Desa Sampuara Kecamatan Uluan Toba Samosir. Oppu Linda berniat membangun makam leluhurnya.

Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba
Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba (TRIBUN MEDAN/Arjuna)

Berikut foto Oppu Linda di masa senjanya, harus menahankan lelah pulang pergi tiap kali mengurus perkaranya. Selama empat bulan terhitung sejak September 2017, Oppu Linda harus mengarungi Danau Toba menahankan hempasan angin danau.

 Usai menyelesaikan urusan di Kota, Oppu Linda bergerak ke Pelabuhan Balige. Perlahan dia berjalan menuju kapal kayu tua yang bersandar di bibir pantai.

Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba
Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba (TRIBUN MEDAN/ Arjuna bakkara)

 Saulina kelahiran Oktober 1926. Ia lahir 19 tahun sebelum Indonesia merdeka. Di atas kapal kayu dia terbaring sembari menunggu perahu yang membawanya tiba di Desa Panamean. 

 Sesekali ia tampak terbangun, menyeka wajahnya dengan sapu tangan berwarna putih. Lalu kembali berbaring, sesekali duduk mengunyahi sirihnya sambil menatap danau.

Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba
Perjalanan Oppu Linda dari desanya ke Balige setiap kali mengikuti sidang harus menyeberangi Danau Toba (TRIBUN MEDAN/ Arjuna bakkara)

Usianya sudah uzur, fisik sudah semakin melemah dan tulang hanya dibalut dagingnya yang tipis berkerut. Ompu Linda mengaku lelah setiap kali menjalani persidangan. Apalagi harus menyeberangi Danau Toba dengan kapal kayu yang dia tumpangi memakan waktu kurang lebih dua jam.

 Belum lagi bila sidang dimulai sore hari dan bisa berakhir pukul 9, malam seperti hari-hari sebelumnya. Artinya, Oppu Linda harus kedinginan malam harinya menahan hempasan angin danau tiap kali pulang ke rumahnya di Desa Panamean.(Cr1/Tribunmedan.Com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help