Merinding, Kicauan Mbah Mijan Sebelum Banjir dan Longsor di Jakarta, Bogor, Cuaca Buruk Semarang

Ia melihat lukisan deburan ombak samudera, goncangan bumi dan butiran air yang mengepung rumah burung.

Merinding, Kicauan Mbah Mijan Sebelum Banjir dan Longsor di Jakarta, Bogor, Cuaca Buruk Semarang
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Petugas pasukan orange mengevakuasi warga saat terjadi banjir di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2018). Sebanyak 263 keluarga di Rawajati RW 007, RT 002, RT 003, RT 004, dan RT 005 dilaporkan terdampak banjir akibat luapan Sungai Ciliwung. 

TRIBUN -MEDAN.COM - Lagi-lagi kicauan paranormal yang dikenal di kalangan selebriti Mbah Mijan menjadi sorotan netizen.

Ia menuliskan sebuah ungkapan yang seolah memprediksi apa yang akan terjadi di bulan Februari, sebelum Bogor, Semarang dan Jakarta dilanda bencana Senin (5/2018).

Menurutnya, ia melihat lukisan deburan ombak samudera, goncangan bumi dan butiran air yang mengepung rumah burung. 

Pun Mbah Mijan menyebutkan nama bulan Februari.

Namun apa yang dituliskannya itu tidak secara lugas sehingga menimbulkan pertanyaan netizen. 

Apakah yang dimaksud adalah bencana di bulan Februari?

"Senja pagiku terhenti oleh lukisan deburan ombak samudera, goncangan bumi dan butiran air yang mengepung rumah burung, Februari tak boleh nakal, tenanglah nak! jangan buat hatiku gundah gulana, boleh berpisah tapi jangan buat gelisah, senjaku mari berdoa," tulis akun Twitter @mbah_mijan.

Banyak netizen yang akhirnya menanyakan apakah bencana itu tsunami dan banjir?

Netizen lain juga bertanya apakah bencana itu akan terjadi di Yogyakarta.

Namun setelah cuitan Mbah Mijan, Bogor, Puncak diterjang hujan lebat dan longsor. 

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help