Semangat Baru Sumut

Datang ke Taput, JR Saragih Diberi Keris, Pedang, dan Tongkat

Acara digelar setelah JR dinyatakan lolos sejumlah syarat bakal calon di KPU Sumatera Utara.

Datang ke Taput, JR Saragih Diberi Keris, Pedang, dan Tongkat
IST
Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara, JR Saragih dipakaikan pakaian Adat Batak Toba oleh masyarakat Tapanuli Utara, Kamis (8/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, TARUTUNG - Nuansa adat Batak Toba digelar masyarakat di Tapanuli Utara memberangkatkan Jopinus Ramli Saragih menuju Pemilihan Gubernur Sumatera Utara.

Acara digelar setelah JR dinyatakan lolos sejumlah syarat bakal calon di KPU Sumatera Utara.

Pemberangkatan Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara ini menuju Pilgub Sumut 2018 dilaksanakan di Stadion Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Selain masyarakat Taput, sembilan suku yang ada di Tapanuli Utara (Pakphak, Nias, Tapanuli Tengah, Simalungun, Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Angkola, serta Batak Karo) juga turut serta memberangkatkan JR.

Baca: JR Saragih Selalu Sediakan Waktu untuk Memperhatikan Anak Yatim dan Disabilitas

Tokoh Masyarakat Tapanuli Utara, Kam Hutabarat, bahwa proses pemberian pakaian adat Batak Toba ini merupakan bentuk doa dan dukungan terhadap JR Saragih menuju Pilgub Sumut.

"Untuk Bapak JR melalui proses ini bisa mencapai keinginan untuk membangun Sumatera Utara lebih cerdas, lebih maju dan ada perubahan untuk masyarakat sehingga dengan kinerja Bapak JR yang mementingkan kebutuhan masyarakat selalu menjadi terdepan," katanya, Kamis (8/2/2018).

Lebih lanjut, Kam Hutabarat menuturkan dengan pemberian pakaian adat sebagai tanda cinta masyarakat Tapanuli Utara memberangkatkan JR Saragih menuju Gubernur Sumatera Utara, dan melalui pemberian pakaian adat ini pihaknya berharap ada putera asli Sumatera Utara berdarah Batak menjadi pemimpin Sumatera Utara.

Baca: Lolos Tes Kesehatan Sebagai Bakal Calon Gubernur Sumut, Begini Reaksi JR Saragih

"Kain ulos disimbolkan sebagai pakaian raja bagi orang Batak, kemudian keris atau pedang sebagai simbol mampu memberikan kemenangan dalam menghadapi lawan siapa pun, lantas ada pula tongkat disimbolkan sebagai tongkat kerajaan yang diberi kuasa tujuannya bisa menuntun perjalanan yang baik dalam menggapai cita-cita dan topi sebagai simbol mahkota dalam memberikan kekuatan pada tubuhnya," jelasnya.

JR Saragih mengutarakan sebagai putera yang lahir dari darah Batak ia bercita-cita membawa semangat dan harapan baru buat masyarakat Sumatera Utara. Tak hanya Batak, ia ingin merangkul semua adat dan budaya.

"Jika melihat kondisi sekarang ini budaya dan adat dilupakan padahal kekayaan Indonesia diikat melalui budaya dan adat sehingga menciptakan cinta kasih ada di dalam diri masyarakat," tambahnya.

Dengan pemberian pakaian adat kepadanya, pria berdarah Simalungun dan Karo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Tapanuli Utara yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk membangun Sumatera Utara.

"Dengan adanya pemberian pakaian adat ini maka ada kasih di hati masyarakat karena yang saya cari bukan kekuasaan, bukan jabatan melainkan berbuat yang terbaik buat masyarakat Sumatera Utara karena ketika masyarakat tersenyum maka itulah kebahagiaan bagi hidup saya," pungkasnya.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help