Kapolres Asahan Dituding Lepaskan Kurir dan Bandar Narkoba, KAPAS Demo ke Polda Sumut

Mereka menuntut Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpau mencopot Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga.

Kapolres Asahan Dituding Lepaskan Kurir dan Bandar Narkoba, KAPAS Demo ke Polda Sumut
KOMPAS.com/Mei Leandha
Diduga sering melakukan tangkap lepas bandar narkoba, massa KAPAS demo ke Polda Sumut minta Kapolres Asahan dicopot, Rabu (7/2/2018) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Terindikasi sering melakukan tangkap lepas bandar narkoba, puluhan orang yang mengatasnamakan Kumpulan Anak Perantau Asahan (KAPAS) berunjuk rasa ke Mapolda Sumatera Utara.

Mereka menuntut Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpau mencopot Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga.

Dalam orasinya, Ketua Presidium Sulaiman Akbar dan Kordinator Aksi Arigusti Syahputra membeberkan banyak oknum penegak hukum menjadikan ajang pemberantasan narkoba sebagai lahan untuk memperkaya diri, khususnya di Polres Asahan.

Beberapa kurir dan bandar narkoba yang ditangkap dengan barang bukti sabu, ekstasi, maupun ganja dibebaskan kembali dengan dalih rehabilitasi.

"Padahal jelas di dalam Undang-undang, MoU antara kepolisian, BNN, kejaksaaan, kementerian kesehatan, kementerian sosial, dan Kemenkumham, yang boleh direhabilitasi adalah pengguna narkoba, bukan kurir atau bandar," kata Arigusti, Rabu (7/2/2017).

Proses rehabilitasi juga tidak sembarangan, harus melalui rekomendasi Tim Asessment Terpadu (TAT) yang melibatkan jaksa, BNN dan kepolisian.

Hasil analisa dan data yang mereka kumpulkan menyebutkan, proses rehabilitasi yang dilakukan Polres Asahan menyalahi prosedur karena tanpa rekomendasi TAT.

"Ada bandar narkoba yang ditangkap lalu dibebaskan dengan cara rehabilitasi, ada apa ini? Ini yang kami pertanyakan dan kami sampaikan kepada Bapak Kapolda," katanya lagi.

Ia mengungkapkan, beberapa kasus tidak jelas kelanjutannya bahkan ada yang diputus rehabilitasi. Seperti kasus Samsul alias Kecubung, yang ditangkap dengan barang bukti sabu 4 gram, dibebaskan karena rehabilitasi. 

Begitupun dengan kasus Wijaya dengan barang bukti 12 gram sabu, kelanjutan proses hukumnya tidak jelas. Sedangkan bandar Ucok, dilepaskan dengan alasan situasi Kamtibmas yang tidak kondusif.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help