Habisi Nyawa Teman Satu Sel, Jaksa Tuntut Abdul Rahman 20 Tahun Penjara

"Saya kan tidak ada merencanakan pembunuhan itu pak hakim. Kok tinggi kali tuntutannya.

Habisi Nyawa Teman Satu Sel, Jaksa Tuntut Abdul Rahman 20 Tahun Penjara
TRIBUN MEDAN/Mustaqim
Abdul Rahman Nasution, narapidana yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan terhadap sesama narapidana di Lapas Klas IA Tanjunggusta Medan, saat menjalani sidang tuntutan di PN Medan, Selasa (13/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Utomo menuntut narapidana yang menjadi terdakwa pembunuhan, Abdul Rahman Nasution alias Mumun dengan hukuman selama 20 tahun penjara

Sindu menyebutkan terdakwa terbukti melakukan pembunuhan terhadap Herianto alias Anto yang merupakan teman satu selnya di Lapas Klas IA Tanjunggusta Medan.

"Meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Abdul Rahman Nasution dengan hukuman pidana selama 20 tahun penjara," kata Sindu di Ruang Cakra VI, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (13/2/2018).

Jaksa menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana.

Baca: Sejak 2016 Gaji PNS Belum Naik, Seharusnya Kenaikan Tiap 2 Tahun Sekali

Baca: Geger! Tukang Las Ditemukan Tewas Bersama Obat-obatan

Usai mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim langsung melanjutkan persidangan dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi). Terdakwa yang tanpa didampingi penasihat hukum menyatakan tak menerima tuntutan yang disebutkan jaksa.

"Saya kan tidak ada merencanakan pembunuhan itu pak hakim. Kok tinggi kali tuntutannya. Habis saya tusuk itu, saya kan langsung menyerahkan diri ke ruangan pegawai Lapas. Kok dibilang pula saya ada merencanakan. Intinya saya mohon diringankan hukuman saya pak hakim," sebut terdakwa Mumun.

Untuk diketahui, dalam dakwaan jaksa disebutkan kasus pembunuhan tersebut terjadi pada Desember 2016 lalu di salah satu sel di Lapas Klas IA Tanjunggusta Medan.

Ketika itu terdakwa dan korban yang merupakan sesama napi kasus perampokan ini saling cekcok. Herianto disebut memiliki utang uang sebesar Rp 15 juta kepada terdakwa.

Saat ditagih, korban tak terima dan menantang balik terdakwa. Kemudian terjadi perkelahian antara kedua narapidana tersebut hingga akhirnya tubuh korban dihujani tikaman dengan menggunakan besi runcing yang membuat korban tewas.(cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help