Home »

Sumut

Kedatukan Besitang Serahkan Geran Datuk pada Warga untuk Kelola Lahan menjadi Hutan Adat

Dalam Geran Datuk juga dilampirkan peta lahan, peta perjanjian Kedatukan Besitang pada zaman Belanda, serta daftar tanaman masyarakat

Kedatukan Besitang Serahkan Geran Datuk pada Warga untuk Kelola Lahan menjadi Hutan Adat
HO/Kedatukan Besitang
Kedatukan Besitang saat menyerahkan Geran Datuk kepada warga masyarakat Desa Adat Sei Bamban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat yang disaksikan mantan Anggota DPRD Sumut Syamsul Hilal dan DR OK Eddy Ikhsan. 

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Kedatukan Besitang Kesulthanan Negeri Langkat, Minggu (11/2) melakukan penyerahan Geran Datuk kepada 20 warga masyarakat di lokasi Desa Adat Sei Bamban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Penyerahan Geran Datuk tersebut dilakukan Timbalan Kedatukan Besitang, OK Indra Johan, didampingi Perwakilan Zuriat Kedatukan Besitang, Ir OK Abdul Halim, dan disaksikan Koordinator urusan Aset Kesulthanan Negeri Langkat, DR OK Edy Ikhsan SH, MHum dan Samsul Hilal, mantan angota DPRD Sumut yang kini menjadi Ketua Komite Revolusi Agraria Sumut serta ratusan massa yang memadati acara tersebut.

Dalam kata sambutannya, OK Indra Johan mengimbau kepada masyarakat agar menjalankan peraturan yang termaktub di dalam pasal-pasal Geran Datuk. Aturan tersebut antara lain, mewajibkan masyarakat menanami lahan dengan tanaman pepohonan, terutama tanaman asli yang mencerminkan identitas wilayah Kedatukan Besitang. Tanaman yang dilarang Pemerintah Indonesia juga menjadi larangan yang wajib dipatuhi masyarakat.

Baca: Balai Besar TNGL dan Pemda Dinilai Tak Sanggup Tangani Perambahan Hutan

Dalam Geran Datuk juga dilampirkan peta lahan, peta perjanjian Kedatukan Besitang pada zaman Belanda, serta daftar tanaman masyarakat yang akan diperbaharui setiap tahun.

"Pendataan jumlah dan jenis tanaman ini bertujuan untuk memonitoring dan mengevaluasi perkembangan tanaman yang dikelola masyarakat. Sehingga bila mana terdapat penerapan yang tidak sesuai dengan pasal-pasal Geran Datuk, dapat diantisipasi sejak dini," jelas Indra Johan.

Radim (54) warga Sei Bamban, menyambut gembira atas terbitnya Geran Datuk. Menurutnya masyarakat bakal berduyun-duyun mendaftarkan lahan masing-masing dan berharap mendapatkan Geran sebagai alas hak mereka bertani di lokasi wilayah adat Kedatukan Besitang.

Sebagai wujud rasa syukurnya, Radim bersama warga penerima Geran, mempersembahkan nasi tumpeng dan ayam ingkung kepada pembesar Kedatukan Besitang dan para undangan lainnya.

"Sebagai masyarakat saya sangat bersyukur Geran Datuk ini keluar. Kami sudah lama menunggu sepucuk surat apapun itu agar kami punya alas hak dan diakui keberadaannya oleh Kedatukan Besitang," ungkap Radim.

Dalam paparan landasan hukum dan sejarah, DR Edy Ikhsan menyampaikan, sebelum diperjanjikan dengan Pemerintahan Kolonial Belanda, lahan ini merupakan bagian dari hutan adat Kedatukan Besitang yang bernama Hutan Sekundur.

Halaman
12
Penulis: Eti Wahyuni
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help