TribunMedan/
Home »

Sumut

Para Korban Penggelapan Mobil Mewah Berdatangan ke Polda Sumut

Para korban berharap Polda Sumut cepat menyelesaikan kasus penggelapan yang diduga dilakukan Nova Zein

Para Korban Penggelapan Mobil Mewah Berdatangan ke Polda Sumut
Ilustrasi/Tribun
Pengelapan mobil 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kuasa Hukum korban penggelapan mobil yang dilakukan Nova Zein, Julheri Sinaga kembali mendatangi Polda Sumut, Selasa (13/2/2018).

Kedatangan mereka untuk berkordinasi dengan pihak Polda Sumut terkait laporan yang mereka layangkan terhadap penggelapan mobil mewah yang diduga digelapkan Nova Zein.

"Kita ke sini untuk berkordinasi dengan pihak polisi atas laporan kita dengan Nomor :STTLP/105/II/2018/SPKT "II" pada 4 Februari 2018 kemarin,"katanya saat dijumpai di Kantin Polda Sumut, Selasa sore.

Dikatakannya pihaknya membuat dua laporan terkait kasus penggelapan yang juga diduga dilakukan Nova Zein. Laporan kedua dilakukan pada 10 Februari 2018 dengan Nomor: STTLP/132/II/2018/SPKT "II".

"Untuk laporan pertama ada 18 korban dan laporan kedua ada 12 korban,"ujarnya.

Baca: Istri Tentara Ngamuk di Medsos, Suami Selingkuh dengan Janda, Termotivasi Ingin Jadi Ibu Persit

Baca: Bekraf Jaring Startup Kuliner Bertalenta, Butuh Pendanaan? Begini Kriterianya

Baca: Naik Fortuner dan Bawa Anak Bayi, Istri Tabrak Suami karena Ketahuan Bersama Perempuan Lain

Dirinya mengaku kedatangan mereka ke Polda Sumut karena mendapat informasi sudah ada empat mobil yang diamankan dan sudah ada tiga orang tersangka yang juga turut diamankan. "Itu alasan kita untuk mengetahui kebenaran dan kordinasi dengan pihak Polda Sumut,"ujarnya.

Dikatakan Julheri pihaknya sangat berharap Polda Sumut cepat tanggap dengan laporan yang mereka lakukan. Ia pun mengapresiasi Polda Sumut karena sudah mengamankan empat mobil yang diduga digelapkan oleh Nova Zein yang beralamat di Jalan Kelapa III No 2, Komplek Rispa, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara.

"Dilaporan pertama, para korban dirugikan dengan nominal Rp300Juta, sedangkan dilaporan kedua dirugikan Rp293 Jutaan,"ujarnya.

Laporan ini, sambungnya, dibuat karena Nova Zein memberhentikan pembayaran semenjak Januari 2018.

Sementara itu, Muhammad Zaki Nasution mengatakan dirinya langsung cemas ketika mobilnya yang disewa Nova Zein tidak dibayarkan sejak Januari 2018 silam. "Yah, kami kaget bang. Tiba-tiba pembayaran tidak berlanjut. Sementara kami membayar cicilan mobilnya gimana? Kami jadi dikejar-kejar pihak leasing,"kata Zaki.

Ia berharap pihak Polda Sumut cepat menyelesaikan kasus penggelapan yang diduga dilakukan Nova Zein(Akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help