Petugas Dinas Perhubungan Kewalahan, Parkir Liar Masih Marak

Dishub juga tak jarang melakukan tindakan, dengan mengempesi ban kendaraan atau diderek paksa.

Petugas Dinas Perhubungan Kewalahan, Parkir Liar Masih Marak
TRIBUN MEDAN/ Ryan A Juskal
Parkir liar di jalur pedestrian di Jalan Brigjend Katamso 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Perhubungan Kota Medan kewalahan menindak petugas parkir di Medan. Sebab masih saja menjadikan trotoar sebagai lahan parkir. Pasalnya, setelah ditertibkan, parkir liar akan muncul lagi sehari setelah penertiban.

Padahal, mulai November 2017 kemarin, Dinas Perhubungan Kota Medan, sudah melaksanakan penggembosan atau pengempesan roda kendaraan yang suka parkir berlapis dan sembarangan.

Hal itu didasari telah terbitnya Peraturan Wali Kota Medan Nomor 70 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemindahan/Penderakan, Penguncian dan Penggembosan/Pengempesan Roda Kendaraan.

Baca: JR Saragih - Ance Pastikan Gugat KPU Sumut

Baca: Pasangan Kekasih Tepergok saat Akan Pesta Sabu di Hotel

Melalui pantauan Tribun Medan, parkir liar di atas jalur pedestrian masih kerap ditemukan parkir liar. Seperti Jalan SM Raja, Jalan Brigjend Katamso, Jalan Ahmad Yani, Jalan Cirebon dan beberapa jalan lainnya.

Kepala Dishub Kota Medan Renward Parapat mengatakan, sejak jauh hari pihaknya telah berupaya menertibkan lokasi-lokasi parkir yang menggunakan jalur pedestrian, bahkan badan jalan. Namun, dikatakannya, tingkat kesadaran dari juru parkir bahkan masyarakat masih sangat rendah.

"Hanya saja, hari ini kami tertibkan, besok ada lagi. Saya tanya petugas, mereka jawab tidak tahu, Pak. Ini terjadi berulang-ulang. Kesadaran ini sangat kurang," ujarnya Selasa (13/2/2018).

Menurutnya, kepatuhan masyarakat Medan memang menjadi salah satu kendala utama. Seperti telah menjadi budaya, trotoar dijadikan tempat parkir. Dishub juga tak jarang melakukan tindakan, dengan mengempesi ban kendaraan atau diderek paksa.

"Namun itulah Medan. Ada oknum-oknum tertentu yang tak peduli dengan usaha yang kami lakukan," ungkapnya.

Padahal, lanjut Renward, upaya penataan trotoar di Medan bukan untuk kepentingan Dishub, melainkan untuk kepentingan pejalan kaki. Begitupun, sambungnya, Dishub akan tetap berusaha semaksimal mungkin membenahi seluruh trotoar yang ada.

"Saat ini kami masih fokus membenahi trotoar di jalanan inti kota, setelahnya di jalan-jalan kecil. Semua akan kami benahi," jelasnya.

Pembenahan secara bertahap itu juga dilakukan karena keterbatasan anggaran di Pemko Medan. Saat ini, trotoar di sejumlah jalan inti kota tengah dalam proses pengerjaan, salah satunya dengan menambah tinggi trotoar dan memasang palang agar kendaraan tak bisa naik. Ia juga berharap kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, untuk mewujudkan jalanan Kota Medan yang lancar dan ramah terhadap pejalan kaki.(raj/tribun-medan.com)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved