Fans Liverpool Nyatakan Bakal Jadi Muslim Jika Mohammed Salah Kembali Cetak Gol Spektakuler

"Jika dia mencetak angka lagi, maka saya juga akan menjadi muslim," kata fans Liverpool itu.

Fans Liverpool Nyatakan Bakal Jadi Muslim Jika Mohammed Salah Kembali Cetak Gol Spektakuler
Mohammed Salah tidak melakukan selebrasi saat mencetak gol untuk menghormati Chelsea yang merupakan mantan timnya. 

TRIBUN-MEDAN.com-Liverpool FC melumat FC Porto dalam pertandingan lanjutan Liga Champions melawan FC Porto tadi pagi dengan skor 5-0.

Sadio Mane berhasil mencatatkan hatrik pertamanya bersama Liverpool. Namun pemain yang mencuri perhatian paling besar adalah Mohamed Salah karena seperti tidak mau berhenti menjadi mesin gol Liverpool.

Dikutip dari siakapkeli.my, dengan gol spektakular yang ia ciptakan dalam pertangingan itu, Mo salah telah genap mencetak 30 gol bersama The Reds.

Seorang fans bahkan menciptakan lagu khusus untuk Salah yang digelar sebagai 'Raja Mesir'. Lagu itu sebenarnya hanya mengubah lagu milik penyamyi Inggris, James, yang berjudul Sit Down.

Lagu itu dinyanyikan saat mereka bergembira meraikan kemenangan Liverpool dan lirik lagu yang ada terselip satu kata, "jika dia mencetak angka lagi, maka saya juga akan menjadi muslim."

Video dan lirik lengkap lagu gubahan suporter itu dimuat naik oleh IlmFeed dan langsung viral.

Salah yang saat ini menjadi pemain terpopuler di Liverpool dan Mesir masih jadi pribadi yang sederhana dan rendah hati.

Tidak ada yang berubah dari dirinya. Salah yang kini dielu-elukan publik Anfield masih sama dengan Salah yang membela El Mokawloon, klub pertamanya, lebih dari 10 tahun lalu.

"Di Mesir, saat seorang pemain meraih popularitas dalam waktu singkat mereka berubah dari yang sebelumnya rendah hati. Tapi buat saya, Salah adalah sosok yang tak pernah berubah," ucap Said El-Shishini, mantan pelatih Salah di Mesir.

Dikutip dari Bleacher Report, usai mengantar Mesir lolos ke Piala Dunia 2018, Salah ditawari vila mewah oleh salah seorang pengusaha kaya setempat.

Salah ternyata tidak tertarik dengan hadiah tersebut dan menolaknya. Alih-alih menerimanya, Salah malah meminta si pengusaha kaya itu memberikan donasi ke kampung halamannya.

"Dia tak pernah melupakan Nagrig (kota kelahiran), dan dia selalu datang ke sana setiap pulang ke Mesir dan memperlakukan semua orang dengan sopan. Dia tak pernah lupa dengan asalnya, dan itu merupakan sikap yang terpuji karena, umumnya, seperti itulah pesepakbola," lanjut Said. (*)

Editor: Liston Damanik
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help