Ulama Saudi Perbolehkan Rayakan Hari Valentine, Bunga Mawar dan Pernak-pernik Laku Keras

Ahmed Qassim al-Ghamdi, ulama Arab Saudi, berpendapat, Valentine tidak melanggar syariat.

Ulama Saudi Perbolehkan Rayakan Hari Valentine, Bunga Mawar dan Pernak-pernik Laku Keras
Seorang pedagang mawar merah tengah merangkai dagangannya di jeddah, Arab Saudi, saat Hari Valentine Rabu (14/2/2018).(AFP/Middle East Eye) 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang ulama terkemuka di Arab Saudi berkata bahwa hari Valentine boleh dirayakan.

Ahmed Qassim al-Ghamdi, mantan polisi keagamaan di Mekkah, berpendapat, Valentine tidak melanggar syariat.

"Sebab, acara itu positif dan saling memberikan ucapan antar-manusia," kata Ghamdi kepada Al Arabiya, seperti dilansir Middle East Eye, Rabu (14/2/2018).

Dia melanjutkan, aksi itu merupakan bentuk kebaikan dan menyebarkan perdamaian di antara umat manusia.

Sebelum Ghamdi mengucapkan hal itu, dua tahun lalu, polisi keagamaan sangat tegas dalam memisahkan laki-laki dan perempuan.

Namun, di bawah kendali Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), kendali polisi keagamaan sedikit direduksi.

Hal itu, seperti dilaporkan Middle East Eye, terlihat dari laku kerasnya penjualan mawar merah atau pernak-pernik Valentine lainnya.

"Penjualan itu antara lain di Jeddah, tanpa harus dihentikan polisi keagamaan," ujar Middle East Eye dalam pemberitaannya.

Sebelumnya, Sheikh Abdullah al-Mutlaq, anggota dari Majelis UlamaSaudi, mengatakan, perempuan tidak harus mengenakan abaya atau jubah longgar yang menutupi tubuh.

Mutlaq memaparkan, setiap perempuan Saudi memang harus diwajibkan berpakaian sopan. Namun, sopan itu tidak selalu dengan abaya.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help