WASPADA Teror! Ketua FKUB Minta Kapolda Awasi 'Orang Gila'

Ia sendiri merasa was-was setelah banyaknya pemuka agama yang menjadi korban kekerasan orang tak dikenal

WASPADA Teror! Ketua FKUB Minta Kapolda Awasi 'Orang Gila'
nextshark.com/ilustrasi
Pria berkostum ala teroris bom bunuh diri 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Teror terhadap sejumlah pemuka agama yang akhir-akhir ini kian meresahkan membuat Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sumatera Utara (FKUB Sumut), Maratua Simanjuntak khawatir.

Ia sendiri merasa was-was setelah banyaknya pemuka agama yang menjadi korban kekerasan orang tak dikenal yang belakangan disebut sebagai orang gila.

"Kepada pak Kapolda, saya hanya minta agar Sumatera Utara ini jangan sampai masuk orang gila. Orang gila yang saya maksud ini seperti kejadian-kejadian di Jawa, dimana pemuka agama dilukai bahkan sampai meninggal dunia," kata Maratua saat ikut meninjau pengamanan Imlek di Vihara Maitreya Komplek Cemara Asri, Kamis (15/2/2018).

Martua mengatakan, tidak hanya kalangan ustaz saja yang menjadi korban. Belum lama ini, seorang pendeta juga menjadi korban kekerasan orang yang tak bertanggungjawab.

"Saya sendiri pun takut-takut juga. Dalam hati, apa jangan-jangan nama saya termasuk dicatat sebagai orang yang akan diserang. Apalagi saya ini Ketua FKUB," ungkap Maratua di hadapan Gubernur Sumut, T Erry Nuradi dan Walikota Medan, T Dzulmi Eldin.

Baca: Pencalonan JR Saragih-Ance Digagalkan KPU Sumut, Pengamat Politik Bongkar Kejanggalan

Baca: Kapolda Pastikan Imlek Berjalan Aman dan Lancar, Bagini Kata Gubernur

Aksi kekerasan terhadap pemuka agama yang terjadi di pulau Jawa jangan sampai terjadi di Sumatera Utara. Kata Maratua, Kapolda Sumatera Utara, Irjend Paulus Waterpauw bisa mengantisipasi kerawanan-kerawanan semacam itu.

"Saya rasa, pak Kapolda bisa mengatasi masalah itu. Dan kalau ada kejadian, itu orangnya harus benar-benar diperiksa. Jangan sampai dikit-dikit dikatakan sebagai orang gila," ungkap Maratua.

Hal senada disampaikan Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sumatera Utara, Indra Wahidin. Ia berharap, kerukunan antar umat beragama di Sumatera Utara tetap terjaga.

Ia yakin, dengan berbagai perbedaan latar belakang masyarakat di Sumatera Utara, warganya bisa hidup harmonis berdampingan satu sama lain.(Ray/tribun-medan.com)

Penulis: ArgusA
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved