TribunMedan/

Divonis 11 Tahun, Bandar Narkoba Ajukan Banding

Terdakwa bandar narkotika sabusabu, Noval Lury Gultom divonis selama 11 tahun penjara.

Divonis 11 Tahun, Bandar Narkoba Ajukan Banding
Tribun Medan/Dedy
Noval divonis pidana penjara 11 tahun di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (7/2/2018) 

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Terdakwa bandar narkotika sabusabu, Noval Lury Gultom divonis selama 11 tahun penjara saat sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (7/2).

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Abdul Hadi Nasution didampingi Nasfi Firdaus dan Hendrawan Nainggolan menyatakan bahwa Noval Lury Gultom terbukti bersalah melanggar Pasal 114 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Selain pidana penjara, majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda senilai Rp 1 miliar kepada Noval. Apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan.

Vonis hukuman pidana penjara 11 tahun ini diketahui lebih ringan setahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Unum Pahala Eric Sitanggang. Sedangkan pidana denda dan subsidernya sama.

Baca: Viral, Artis Seksi Roro Fitria Ditangkap, Kabar Terkini Diperiksa Ditresnarkoba Polda Metro Jaya

"Atas putusan saudara (terdakwa) punya hak untuk menerima, menolak dengan mengajukan banding atau pikir-pikir selama seminggu untuk mengambil sikap atas putusan ini. Silakan konsultasi dengan penasehat hukum kamu ya," jelas Abdul usai membacakan putusan.

Noval pun berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, Antoni Sumihar Purba. Noval menegaskan bahwa dirinya mengajukan banding. Berbeda dengan Noval, JPU malah pikir-pikir.

Noval ditetapkan terdakwa setelah menjadi tersangka oleh Polres Simalungun. Dia terciduk personel Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun pada 16 Mei 2017 dari satu kamar di Hotel Prima Graha, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Perdagangan II, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Penangkapan Noval hasil pengembangan atas penangkapan Immanuel Lumban Tobing yang mengaku membeli 11 paket sabu seharga Rp 900 ribu dari Noval.

Baca: Fachri Albar Pesta Narkoba Bersama Rekan di Kamar Khusus? Ini Penjelasan Mardiaz Kusin

Di kamar hotel itu, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone merk Samsung. Polisi kemudian membawa Noval ke rumahnya di Huta I, Kelurahan Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Di rumah terserbut ditemukan sejumlah barang bukti, lima bungkus plastik klip yang terdiri dari dua bungkus plastik klip sedang berisi sabu seberat 14,78 gram dan tiga bungkus plastik klip kecil berisi sabu seberat 1,24 gram, lima bungkus plastik klip bekas sabu, enam kaca pirex bekas bakar, satu cotton bud, satu timbangan digital warna silver, satu bong yang terbuat dari botol minuman, 1satu jarum, satu gunting, sebungkus plastik klip besar berisi plastik klip besar kosong, dua bungkus plastik klip, dua bungkus plastik klip kecil, sekotak selection cotton bud berisi tujuh mancis, lima kompeng berwarna merah, seplastik warna kuning, satu tas sandang warna coklat merk Sing Jazz, serta satu pipet yang dibentuk menjadi sendok.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help