Alamak

Dokter Spesialis Kurang, Bupati Ini Malah Mutasikan 2 Dokter Spesial RS ke Puskesmas, Ini Kata IDI

Pemindahan dua dokter spesialis ini dianggap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai bentuk kebijakan kontraproduktif

Dokter Spesialis Kurang, Bupati Ini Malah Mutasikan 2 Dokter Spesial RS ke Puskesmas, Ini Kata IDI
Istimewa
Bupati Nias Sokhiatulo Laoli mengeluarkan 'Surat Perintah' memindahkan dua dokter spesial RSUD Gunungsitoli ke Puskesmas. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bupati Nias Sokhiatulo Laoli mengeluarkan 'Surat Perintah' memindahkan dua dokter spesial RSUD Gunungsitoli ke Puskesmas.

Satu surat perintah yang bernomor 824.4/113/BKD/2017 memindahkan dokter spesialis bedah dr. Yamoguna Zega, Sp.B dari RSUD Gunungsitoli ke puskesmas Bawolato.

Sedangkan satu lagi surat perintah bernomor 824.4/15/BKD/2018 memindahkan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) dr. Fatolosa Pardomuan Panjaitan, Sp.OG ke UPT Puskesmas Botomuzoi.

Pemindahan dua dokter spesialis ini dianggap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai bentuk kebijakan kontraproduktif pemda Nias tidak mendukung upaya pemerintah pusat dalam pelayanan kesehatan menuju pencapaian Universal Health Coverage (UHC) 2019 mendatang.

"Dokter spesialis seharusnya difokuskan pelayanannya di layanan sekunder dan tersier yaitu rumah sakit atau klinik spesialis," ujar Ketua Umum Pengurus Besar IDI (PB IDI) Prof.Dr.Ilham Oetama Marsis, Sp.OG.

Sedangkan di Puskesmas, menurutnya, seharusnya difokuskan kepada pelayanan upaya kesehatan perorangan (UKP) oleh dokter umum dan terutama menjalankan upaya kesehatan masyarakat (UKM).

Surat Perintah
Surat Perintah Bupati Nias.

Dalam keterangan persnya yang diterima Tribun-Medan.com, Kamis (15/2/2018) malam, Profesor.Dr. Marsis sangat menyayangkan kebijakan pemda yang tanpa kajian mendalam memindahkan dokter spesialis ke puskesmas. 

Ia menambahkan, keberadaan dokter spesialis di rumah sakit di daerah harus bisa meng-cover pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Menurutnya, alangkah baiknya Pemda memfokuskan kepada pelayanan spesialis dasar dan penunjang di rumah sakit di daerah.

"Kalau dokter spesialisnya dipindahkan ke puskesmas maka pelayanan pasien di rumah sakit tentunya akan terganggu karena berkurang dokter yang berkompeten” ungkap Prof.Dr.Marsis.

Halaman
1234
Penulis: Abdi Tumanggor
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved