Oknum Kades dan Sekdes Aniaya Anak Dibawah Umur

Oknum Kepala Desa dan Sekretaris Desa Huta Raya Timuran, Nagori Mariah Jambi diduga melakukan penganiayaan kepada Jefri Sidabutar.

Oknum Kades dan Sekdes Aniaya Anak Dibawah Umur
ilsutrasi
ILUSTRASI penganiayaan. 

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Oknum  Kepala Desa dan Sekretaris Desa Huta Raya Timuran, Nagori Mariah Jambi kecamatan Jawa Maraja, Simalungun  diduga melakukan penganiayaan kepada Jefri Sidabutar (13), di Huta Raya Timuran Nagori Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun. Diketahui, oknum Kepala Desa berinisial S (49) dan Sekretaris Desa berinisial KM (45).

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Damos Aritonang menjelaskan, keduanya ditahan Polres Simalungun, setelah penetapan tersangka bersama satu warga lainnya, SP (42) warga Huta Raya Timuran  Nagori Mariah Jambi Kecamatan Jawa Maraja, Simalungun. Penetapan tersangka sesuai dengan LP No. 270 / X /2016 / Simal tgl 30 Oktober 2016.

"Oknum Kepala Desa, Sekretarisnya dan satu warga lainnya terbukti melanggar Tltindak pidana kekerasan atau penganiayaan terhadap anak sesuai dengan Pasal  80 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 333 KUHPidana. Korbannya Jefri Sidabutar (13) masih ikut orang tua," jelas AKP Damos di Asrama Polisi, Minggu pagi (11/2).

Baca: Siswi SMA Dianiaya, Dipalu Sampai Tewas, Motif Pembunuhan Ternyata Gara-gara Hal Sepele

Dijelaskan Damos, bahwa Jefri telah dianiya secara bersamaan dengan melakukan penyekapan di dalam rumah SP. Mulanya karena Jefri dituduh mencuri uang, emas dan handphone oleh SP. Jefri dijemput dari kediamannya, dibawa keluar rumah dan dipukuli oleh SP. Selanjutnya S dan KM  ikut memkul wajah Jefri.

"Jadi anak di bawah umur ini belum terbukti mencuri uang, perhiasan dan handphone punya SP. Pengeroyokan mereka lakukan hingga korban disekap di dalam rumah SP," ungkap Damos.

Ketika diwawancara,S dan KM hanya diam membisu. Keduanya enggan mengungkapkan alasan memukuli anak di bawah umur. Apalagi dijelaskan Damos bahwa keduanya tidak dalam pengaruh alkohol atau kejiwaan. 

Baca: Melihat Kondisi Terkini Siswa Tersangka Penganiaya Almarhum Guru Budi setelah Ditahan Polisi

Kasus ini terungkap setelah ibu korban tidak terima anaknya dianiya dengan brutal tanpa alasan yang jelas. Atas peristiwa tersebut ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Simalungun. Ketiganya pun diamankan Unit Perlindungan Perempauan dan Anak Satreskrim pada Sabtu (10/2) di kediaman masing-masing, dengan barang bukti satu kursi berbahan plastik.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help