ALAMAK! Bibit Jagung Sumbangan dari Pemerintah Bikin Petani Gagal Panen

Jagung yang mereka tanam meranggas, dan tak produktif seperti amatan Tribun, Rabu (21/2/2018) di Desa Amborgang Kecamatan Porsea.

ALAMAK! Bibit Jagung Sumbangan dari Pemerintah Bikin Petani Gagal Panen
Tribun Medan/Arjuna
Petani di Desa Amborgang, memperlihatkan buah jagung yang membusuk dan berjamur ketika ditemui di ladangnya, Rabu (21/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA - Petani jagung di Tobasamosir mengeluh akibat jagung yang mereka tanam gagal panen.

Jagung yang mereka tanam meranggas, dan tak produktif seperti amatan Tribun, Rabu (21/2/2018) di Desa Amborgang Kecamatan Porsea. 

Menurut petani, gagalnya panen tersebut akibat bibit jagung berasal dari bantuan pemerintah itu diduga dioplos. Sehingga, buah jagung gagal panen dan busuk serta ukurannya kecil.

Akibatnya, puluhan kelompok tani di Tobasa mengeluh karena tanaman jagung merekabgagal panen.

Petani mengalami kerugian yang cukup tinggi akibat bibit yang mereka terima dari pemerintah adalah palsu, hingga hasilnya benar-benar minim.

Baca: Kasus Dugaan Korupsi Ngendap di Kejari Tobasa, Praktisi Hukum Sebut Penyidik Tidak Profesional

"Biaya mengelola pertanian juga tidak tertutupi biayanya. Selain pupuk dan obat-obatan, modal petani untuk mengolah tanah juga membutuhkan biaya menyewa jasa operator traktor,"Ujar seorang Petani, Evan Hutagalung.

Menurutnya, bibit yang mereka tanam merupakan pemberian pemerintah. Meski selama ini, para petani menerima bantuan bibit gratis, namun bantuan kali ini membuat petani rugi.

Pantauan Tribun, di Areal Pertanian Desa Amborgang Kecamatan Porsea, tanaman jagung tersebut terlihat berukuran kecil dan buahnya busuk serta ditumbuhi jamur.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved