MENYEDIHKAN! Bidan Minta Paksa Bayi yang Baru Dilahirkan Amelika, Bukan Main Kalut Pasutri Ini

Pasutri kalut karena telah didesak Bidan untuk menyerahkan bayinya sesegera mungkin.

MENYEDIHKAN! Bidan Minta Paksa Bayi yang Baru Dilahirkan Amelika, Bukan Main Kalut Pasutri Ini
TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara
Amelika (21) yang baru melahirkan saat ditemui di rumah saki beberapa waktu lalu. Dia kalut karena didesak Bidan Desa Hutabulu Kecamatan Balige, Lusiana Siregar untuk menyerahkan bayinya sesegera mungkin. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Beberapa hari lalu pasangan Amelika (21) yang baru melahirkan dan suaminya Japarto Simanjuntak (22) dilanda kecemasannya. Mereka kalut karena didesak Bidan Desa Hutabulu Kecamatan Balige, Lusiana Siregar untuk menyerahkan bayinya sesegera mungkin.

 Menyikapi hal itu, Kepala Desa Hutabulu Kecamatan Balige, Mejan Simanjuntak menyebut sebaiknya Bidan Desa di desanya segera diganti. Disebutnya, bila tak diganti maka kepercayaan warga hilang. 

"Ini bukan masalah suka atau tidak suka, ketika permasalahan datang seperti ini hendaknya bidan harus diganti secepatnya karena masalah kepercayaan warga untuk mendapat pelayanan kesehatan akan membingungkan warga," ujar Mejan Haposan di Balige, Selasa (27/2). 

Mejan menilai, Lusi Siregar sebagai Bindes di desanya diduga berbuat perencanaan diluar dugaan. Hal itu mengingat, tindakan Bidan Desa Lusi Siregar yang mengambil tindakan memaksa Pasutri ini menyerahkan anaknya untuk diadopsi kerabatnya sesama bidan

"Untuk menjadi pelayan masyarakat dimana kita bertugas hendaknya segala permasalahan harus saling koordinasi karena, dikatakan kades, setiap minggu ada rapat internal di kalangan pemerintahan desa,"tambahnya.

Mejan beranggapan, kasus ini tentu menjadi preseden buruk bagi Warga Tobasa khususnya Desa Hutabulu dari masyarakat luas. Pasalnya, akibat ulah bidan desa yang mendesak pasiennya yang sedang hamil paradigma orang luar negatif perihal akan diambil dan diserahkan kepada donatur yang membantu persalinan.  

Selain itu, ditambahnya informasi bahwa Pasangan Suami Istri (Pasutri) Parto Simanjuntak dan Amel Pangaribuan bukanlah sebagai penduduk yang sah karena tidak memiliki identitas baik KTP maupun Surat Nikah, seharusnya bidan melaporkan kepadanya sebelum ada kejadian agar pihaknya sebagai pemerintah desa dapat mengambil kesimpulan. 

Disayangkannya, Bidan harus mempertanggungjawabkan tindaiannya, sebab persoalan itu menyangkut masalah jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan, Raja Ipan Sinurat mengakui pernyataan Kepala Desa Hutabulu Mejan sudah diterimanya, namun, kepastian bagaimana titik permasalahannya pihaknya selaku SKPD tekhnis sedang mendalaminya. Katanya, apabila Bidan Lusi terbukti melakukan tindakan di luar prosedur, maka akan diberikan sangsi dan bisa juga pemecatan .
 

"Bidan bersangkutan sedang pemeriksaan, masalah jawaban nantilah dulu,"singkatnya. 

Halaman
123
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved